WARTAKEPRI.co.id – Pergerakan dan rekomendasi harga emas untuk Selasa (28/4/2026) diperkirakan masih berada dalam tren fluktuatif cenderung stabil, seiring dinamika pasar global dan penyesuaian proyeksi dari lembaga keuangan internasional seperti Morgan Stanley. Sementara itu, investor.id memperkirakan Harga emas dunia diprediksi kembali menguat hingga menembus level US$ 4.800 per troy ons pekan ini.
“Jika harga emas naik, resistance pertama di US$ 4.779 per troy ons. Jika naik lagi, resistance kedua harga emas di US$ 4.832 per troy ons,” kata pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Senin (27/4/2026).
Menurut Ibrahim, beberapa faktor yang mempengaruhi penguatan harga emas adalah geopolitik di Timur Tengah, dinamika perpolitikan dan kebijakan bank sentral di Amerika Serikat, serta kondisi pasokan dan permintaan.
Berdasarkan analisis terbaru, harga emas dunia diproyeksikan berada di kisaran US$ 4.900 hingga US$ 5.200 per troy ounce dalam jangka menengah. Proyeksi ini merupakan revisi dari sebelumnya yang sempat menyentuh level lebih tinggi.
Di pasar domestik, harga emas batangan diperkirakan masih bertahan di kisaran Rp2,8 juta hingga Rp3 juta per gram, mengikuti tren global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Faktor Penggerak Harga Emas
Beberapa faktor utama yang memengaruhi rekomendasi harga emas per 28 April 2026 antara lain:
- Kebijakan suku bunga global: Penundaan penurunan suku bunga oleh bank sentral seperti The Fed membuat emas kurang menarik dibanding instrumen berbunga.
- Imbal hasil obligasi meningkat: Investor mulai beralih ke obligasi karena return yang lebih pasti.
- Aksi jual investor & ETF: Terjadi arus keluar dana dari instrumen emas yang menekan harga.
- Kondisi geopolitik & inflasi global: Tetap menjadi penopang harga emas sebagai aset safe haven
Rekomendasi Harga Emas 28 April 2026
| Kategori | Kisaran Harga |
|---|---|
| Emas Dunia | US$ 4.900 – US$ 5.200 / troy ounce |
| Emas Antam (Estimasi) | Rp2.800.000 – Rp3.000.000 / gram |
| Tren | Stabil cenderung fluktuatif |
| Rekomendasi | Buy on weakness / tahan |
Strategi untuk Investor
Analis menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Strategi “buy on weakness” atau membeli saat harga terkoreksi dinilai masih relevan di tengah ketidakpastian pasar.
Selain itu, emas tetap dianggap sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), terutama dalam menghadapi risiko inflasi dan gejolak ekonomi global.
Meski proyeksi jangka pendek menunjukkan kecenderungan stabil, pergerakan harga emas masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi. (sumber Investor.id)































