Home Karimun Huzrin Hood Murka, Perlakuan Kasar Imigrasi Kukup Malaysia Picu Kecaman Masyarakat Kepri

Huzrin Hood Murka, Perlakuan Kasar Imigrasi Kukup Malaysia Picu Kecaman Masyarakat Kepri

‎Tokoh sentral pejuang pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood, angkat suara dan mengecam keras tindakan tidak humanis tersebut yang dinilai telah melukai martabat masyarakat perbatasan.(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Perlakuan kasar yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Imigrasi Kukup, Johor, Malaysia terhadap sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kepulauan Riau, memicu gelombang kecaman luas.

‎Tokoh sentral pejuang pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood, angkat suara dan mengecam keras tindakan tidak humanis tersebut yang dinilai telah melukai martabat masyarakat perbatasan.

‎Menurut Huzrin, warga Kepri yang masuk melalui Pelabuhan Kukup datang secara resmi dan legal dengan dokumen lengkap, namun justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga intimidasi verbal dari oknum petugas imigrasi Malaysia.

‎“Kami sangat menyayangkan tindakan arogan seperti ini. Mereka datang secara sah, bukan pendatang ilegal, tetapi diperlakukan tanpa penghormatan. Ini sangat melukai perasaan masyarakat Kepri,” tegas Huzrin, Kamis (14/5/26).

‎Ia menilai, tindakan tersebut tidak hanya mencoreng pelayanan lintas negara, tetapi juga berpotensi merusak hubungan emosional masyarakat Melayu serumpun antara Kepri dan Johor yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu.

‎“Kepri dan Johor itu punya hubungan darah, budaya dan sejarah panjang. Jangan sampai ulah segelintir oknum merusak persaudaraan yang sudah terbangun kuat,” ujarnya geram.

‎Huzrin menegaskan, mobilitas warga Kepri ke Johor sangat tinggi setiap hari, mulai dari urusan kesehatan, perdagangan, pendidikan hingga kunjungan keluarga lintas negara.

‎Ia mengingatkan agar hubungan baik Indonesia–Malaysia di wilayah perbatasan selama ini terjaga karena adanya rasa saling menghormati antarwarga.

‎Tak tinggal diam, Huzrin mengaku siap membawa persoalan ini ke jalur diplomasi formal dan segera berkoordinasi dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru agar ada evaluasi terhadap pelayanan imigrasi di Kukup.

‎“Hak warga negara kita wajib dilindungi. Jangan sampai masyarakat Kepri terus menjadi korban perlakuan tidak profesional di pintu masuk negara tetangga,” tegasnya lagi.

‎Pernyataan keras Huzrin Hood kini ramai menjadi perbincangan masyarakat Kepri dan memicu kecaman publik terhadap dugaan arogansi oknum petugas imigrasi Malaysia.

‎Masyarakat berharap agar pemerintah kedua negara segera mengambil langkah cepat agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan hubungan harmonis masyarakat perbatasan tetap terjaga.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026