
WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kerap menjadi garda terdepan saat masyarakat menghadapi situasi darurat. Di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Damkar Tanjunguban mendapat apresiasi warga karena dinilai sigap memberikan pertolongan, tidak hanya dalam menangani kebakaran, tetapi juga berbagai persoalan yang membutuhkan bantuan cepat.
Sejumlah warga bahkan menjuluki petugas Damkar sebagai “Dewa Penyelamat” karena kesediaan mereka membantu masyarakat dalam beragam kondisi, termasuk kejadian yang tidak selalu berkaitan dengan kebakaran.
Salah seorang warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Sri, menilai kesiapsiagaan menjadi salah satu keunggulan petugas Damkar. Menurutnya, tugas pemadam kebakaran menuntut kesiapan setiap saat karena laporan darurat dapat datang kapan saja.
“Semua instansi memiliki tugas dan fungsi masing-masing. Namun, Damkar harus selalu siap siaga untuk melaksanakan tugas setiap waktu,” kata Sri.
Ia menjelaskan, peran Damkar saat ini semakin luas. Selain memadamkan api, petugas juga kerap membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari evakuasi hewan berbahaya hingga menyelamatkan orang yang mengalami kecelakaan.
Sigap Evakuasi Tangan Anak yang Terjepit Treadmill
Salah satu aksi pertolongan terbaru dilakukan UPTD Damkar Tanjunguban pada Selasa, 27 Oktober 2026. Petugas mengevakuasi tangan seorang anak bernama Alfino, berusia tujuh tahun, yang terjepit alat olahraga treadmill.
Dengan peralatan yang tersedia, petugas berupaya menangani kejadian tersebut agar tangan korban dapat dikeluarkan dengan aman.
Orang tua Alfino mengapresiasi respons petugas setelah dirinya melaporkan insiden yang menimpa sang anak. Ia menilai pelayanan yang diberikan berlangsung dengan baik, tanpa proses pengaduan yang berbelit-belit.
Menurutnya, petugas langsung merespons laporan dan bersiap melakukan tindakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Respons tersebut menjadi salah satu contoh pentingnya keberadaan petugas Damkar yang mudah dihubungi dan siap membantu masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat.
Dari Evakuasi Ular hingga Menolong Warga Terjatuh
Berdasarkan informasi yang dihimpun, berbagai jenis pertolongan telah dilakukan UPTD Damkar Tanjunguban. Layanan tersebut mencakup penanganan kebakaran, evakuasi ular dan tawon, membantu kendaraan yang mogok atau terperosok ke selokan, hingga melepaskan cincin yang tersangkut di jari.
Petugas juga pernah membantu mengevakuasi kucing yang masuk ke sumur, menangani pohon tumbang, serta menolong anak yang terkurung di dalam mobil.
Selain itu, Damkar Tanjunguban juga pernah membantu seorang perempuan bernama Gusti, berusia 45 tahun, yang terjatuh dan tidak mampu berdiri di teras RSJKO Engku Haji Daud.
Beragam kejadian tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan Damkar tidak hanya dibutuhkan saat terjadi kebakaran, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kondisi yang memerlukan pertolongan segera.
Siswi SMP Mengadu Kehilangan HP, Kepala UPTD Tetap Merespons
Peran pelayanan masyarakat yang dilakukan UPTD Damkar Tanjunguban juga terlihat saat tim WARTAKEPRI.co.id menyambangi kantornya.
Di tengah aktivitas pelayanan, seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Bintan datang mengadukan persoalan kehilangan telepon genggam atau HP.
Kepala UPTD Damkar Tanjunguban, Panyodi, memberikan arahan agar kehilangan tersebut dilaporkan kepada pihak berwajib sesuai kewenangannya.
Meski persoalan kehilangan HP bukan bagian langsung dari tugas pemadam kebakaran, Panyodi tetap menanggapi keluhan siswi tersebut. Ia bahkan mengarahkan anggotanya untuk melakukan penelusuran awal ke lokasi yang disebutkan sebagai tempat kehilangan.
Sikap tersebut menunjukkan upaya petugas untuk tetap memberikan arahan kepada masyarakat yang datang meminta bantuan, sekaligus mengarahkan persoalan kepada instansi yang berwenang.
Warga Minta Pemerintah Lengkapi Peralatan Damkar
Melihat luasnya tugas yang dijalankan, Sri berharap Pemerintah Kabupaten Bintan memberikan dukungan penuh kepada UPTD Damkar Tanjunguban.
Menurutnya, dukungan berupa kelengkapan peralatan, fasilitas operasional, serta peningkatan kemampuan personel sangat dibutuhkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Ia menilai kesiapan petugas perlu diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai, terutama ketika menghadapi kejadian darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan peralatan khusus.
“Saya merasa UPTD Damkar Tanjunguban sangat profesional. Saya memberikan gelar ‘Dewa Penyelamat’ kepada mereka,” ungkap Sri.
Panyodi Berharap Personel Mendapat Pelatihan Rescue
Menanggapi apresiasi masyarakat tersebut, Kepala UPTD Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan penilaian terhadap kinerja petugas sepenuhnya menjadi hak masyarakat.
Ia menyebut pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan berharap UPTD Damkar Tanjunguban dapat menjadi lebih baik dalam menjalankan tugas.
“Kami membutuhkan pelatihan-pelatihan dan pendidikan serta pelatihan (diklat) rescue untuk meningkatkan kemampuan saat menjalankan tugas,” kata Panyodi.
Peningkatan kemampuan penyelamatan atau rescue dinilai penting karena petugas menghadapi beragam kondisi di lapangan yang membutuhkan keterampilan khusus, ketepatan tindakan, serta dukungan peralatan yang sesuai.
Apresiasi warga terhadap Damkar Tanjunguban menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas utama, tetapi juga dari kesiapsiagaan, kecepatan merespons, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta peningkatan kompetensi personel, UPTD Damkar Tanjunguban diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam penanganan berbagai situasi darurat di Kabupaten Bintan.
Pengirim: Agus Ginting




























