Puluhan Pedangan “Simpang Rujak” Dipindahkan ke Simpang Seraya

740
Wako Rudi dan pedagang simpang rujak

BATAM, WARTAKEPRI.co.id Puluhan Pedagang rujak di “Simpang Rujak” Sei Panas Batam akan dipindahkan ke lokasi baru dalam waktu dekat. Alternatif lokasi pemindahan 36 pedagang ini antara lain taman depan Batam Motor Centre atau di lapangan parkir Giant Bengkong- Seraya. Kedua tempat ini jaraknya beberapa ratus meter dari lokasi Simpang Rujak saat ini.

Pembersihan lokasi simpang rujak dikarenakan sering terjadi kemacetan akibat kendaraan pengunjung yang parkir di badan jalan. Lokasinya berada di jalur tanjakan dan berhadapan dengan U-turn.

” Kalau di sini bahaya Bu. Ini jurang. Kendaraan prime over itu sudah tua-tua. Kalau tak dibangun batu miring akan runtuh. Artinya saya ingin menyelamatkan,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi saat berdialog dengan para pedagang,  Senin (4/4/2016).

Selain itu pemerintah juga berencana membangun jalan baru di lokasi tempat berjualan saat ini. Jalan tersebut akan digunakan sebagai jalur masyarakat. Sementara jalan yang ada sekarang dimanfaatkan sebagai jalan tol yang akan mulai dibangun 2017 mendatang.

Pada dialog tersebut para pedagang menyampaikan kekhawatirannya bila nanti dipindah maka akan sepi pembeli. Alasan yang dikemukakan antara lain lokasi yang panas tidak ada pohon seperti di Simpang Rujak saat ini.

” Pembeli ke sini kan bukan karena rujaknya saja. Tapi mereka juga mau menikmati semilir angin dari pohon-pohon di sini,” kata seorang wanita pedagang rujak.

Menjawab masalah ini, Rudi mengatakan jika masalahnya hanya soal pohon, bisa saja dilakukan penanaman di lokasi baru nanti. Dan apabila pedagang khawatir ada peningkatan biaya sewa di lokasi baru, Rudi minta agar dibuat perjanjian dengan pengelola tempat supaya tidak menaikkan sewa ketika sudah ramai pengunjung nantinya.

Dan soal kekhawatiran dagangan tidak laku, menurut Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad hal tersebut tak akan terjadi. Karena dagangan rujak ini sifatnya khas. Orang akan tetap mencari meski lokasinya pindah.

” Di tahap awal memang akan sedikit berkurang. Tapi penikmat rujak tetap akan ke sana. Karena ini pangsa pasar khas. Menurut saya soal pasar tak berpengaruh tapi penataan kota berpengaruh,” kata Amsakar.

Pada kesempatan tersebut, Rudi juga berjanji akan mengadakan acara ketika pedagang sudah pindah nanti. Tujuannya agar dipublikasikan ke masyarakat terkait lokasi baru “Simpang Rujak”.

” Pemindahan nanti kita buat acara. Saya bawa pegawai ramai-ramai ke sana, supaya beli rujak. Semua dibayar. Kita publikasikan, melalui walikota wakil walikota. Supaya masyarakat se-Batam tahu,” ujarnya.

Rudi mengatakan pemindahan ini sifatnya sementara. Pemerintah sedang mengupayakan agar ada hutan kota atau taman kota yang bisa menampung hingga ratusan pedagang kecil dan mudah diakses masyarakat.

” Ini untuk sementara sampai saya dapat lokasi baru untuk saya tempatkan semua. Nanti kita buat di tengah hutan, hutan kota, yang bisa menampung sampai 500-an pedagang,” sebutnya. (mcb/ded)

Honda Capella

FANINDO