Terkait Tambang Pasir Ilegal Di Nongsa, Andi Prayetno dan Amri Chan Saling Adu Argumen

76

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Terdakwa Andi Prayetno dan Amri Chan duduk di kursi pesakitan, atas kasus penambangan pasir di daerah Nongsa Batam menggunakan mesin dengan sistem sedot tanpa memiliki izin dari dinas terkait.

Dalam agenda untuk mendengarkan keterangan kedua terdakwa.Terdakwa Andi menerangkan, bahwa ia adalah bos saya dengan gaji per hari 120 ribu. Namun setelah bekerja 3 bulan, saya tidak di gaji lagi melainkan dengan sistem sewa lahan dan mesin dari Amri Chan.

“Lahan pasir yang disedot adalah milik Amri Chan. Adapun sistem pembagian hasil setelah tidak digaji yaitu dengan menjual pasir 450 ribu per lori maka buat Amri Chan 120 ribu per harinya,” kata Andi Prayetno.

Keterangan Andi Prayetno dibantah Amri Chan dan mengatakan, keterangannya salah.
“Andi datang untuk menyewa mesin saya. Saat itu posisi mesin sedang menggangur karena tidak ada kerja. Dia menyewa 140 per lori termasuk sewa tanah untuk dibayarkan pada Aspan, selaku pemilik tanah,” bantah terdakwa Amri Chan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martua Ritongga SH.

Kemudian keterangan Amri Chan dibantah oleh terdakwa Andi Prayetno. Terdakwa Amri Chan yang membeli tanah dari Aspan dengan sistem cicil atau anggsur 3 juta per bulan.

Dimana saat itu, Aspan juga pernah ngomong sama saya, bahwa Amri Chan sudah membeli tanah itu dengan sistem mencicil bayaranya. Setiap bulan saya menyetor uang pada Amri Chan untuk dibayarkan pada Aspan. Katanya.

Atas perbuatan kedua terdakwa maka dikenakan pasal 158. Kata Jaksa Martua Ritongga SH. (Nikson Simanjuntak )

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel