Akankah Partai PKB dan PAN Alihkan Dukungan ke Ahok-Djarot di Putaran Kedua ?

304
Pilkada DKI Ahok AHY Anies

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan bertarung memperebutkan limpahan suara pendukung Agus Harimurti untuk bisa menang pada putaran kedua nanti.

Berdasarkan penghitungan cepat atau quick count semua lembaga survei sejauh ini, pasangan Basuki-Djarot unggul dengan selisih suara yang tak lebih dari lima persen dibanding pasangan Anies-Sandi, sementara Agus-Sylviana Murni sudah mengakui kekalahan mereka Rabu (15/2/2017) malam.

Yang menjadi ajang rebutan terutama adalah massa dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya mendukung pasangan Agus-Sylvi.

Basuki-Djarot sebagai calon petahana punya kans lantaran dua partai berbasis Islam tersebut merupakan partai pendukung pemerintah atau status quo.

PKP HIMALAYA

Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Englebert Jojo Rohi mengatakan PAN dan PKB terbuka kemungkinan bergabung dengan partai pendukung pemerintah lainnya, yakni PDIP, Nasdem, Golkar, Hanura, dan PPP yang lebih dulu mendukung pasangan Basuki-Djarot.

“PKB dan PAN yang bergabung di AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) mungkin akan memindahkan dukungannya pada Ahok-Djarot mengingat kedua parpol tersebut saat ini berada dalam barisan status-quo Jokowi,” kata Jojo kepada SP, Rabu (15/2) malam.

Jojo menambahkan, selain dari dukungan PAN dan PKB, pasangan Basuki-Djarot juga harus mampu memainkan bandwagon effect jika ingin keluar sebagai pemenang.

Bandwagon effect merupakan fenomena psikologis yang memengaruhi kecenderungan orang untuk memilih berdasarkan pilihan kebanyakan orang.

“Bila timses Ahok-Djarot bisa memainkan bandwagon effect dengan baik, maka menanglah mereka di putaran kedua nanti,” ujarnya.

Menurut Jojo, jika mampu memainkan bandwagon effect, Basuki-Djarot akan mampu merebut suara yang saat ini masih netral atau para pemilih Agus-Sylvi. Hal ini karena masyarakat memiliki kecenderungan untuk ikut memilih arus yang lebih besar.

Masyarakat, kata Jojo, tidak mau mendukung pasangan calon yang suaranya lebih sedikit atau bakal kalah. Sebaliknya, pasangan Basuki-Djarot akan takluk jika tidak dapat memainkan strategi ini atau pasangan Anies-Sandi mampu membendung efek ini.

“Sebaliknya, bila kubu Anies-Sandiaga punya strategi khusus utk membendung bandwagon effect, maka tentu ceritanya akan bisa berbeda,” katanya.

Dua partai pendukung Agus-Sylvi lainnya, Partai Demokrat dan Parta Persatuan Pembangunan versi Romahurmuziy, diyakini akan menyeberang ke kubu Anies-Sandi.(beritasatu)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel