WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Nasib ibu muda Umsika (25) ini mungkin sudah terselamatkan. Namun nasib anaknya yang ditinggal di sebuah panti asuahan di Palembang masih belum tahu keberadaannya. Hanya isak tangis dan meratapkan nasib kebodohannya Umsika yang diungkapkan ke awak media di Kota Batam.
Ya, Umsika bisa masuk kategori kasus penipuan, karena dibujuk ke Kota Batam dari kampung halamannya di Palembang untuk bekerja dengan gaji sampai Rp 3,5 juta per bulan.
Ternyata sampai di Batam, Rabu (15/11/2017) petang, Umsika nyaris menjadi pemuas lelaki hidung belang, di duga sebuah lokalisasi terselubung, tak jauh dari Bandara Hang Nadim Batam.
Berikut kronologis kejadiannya:
Awal Umsika didatangi oleh seorang wanita setengah baya tak dikenal dua hari silam, di rumahnya, Dusun Padang Windu, Benakat, Muara Enim, Sumatera Selatan.
“Saya tak kenal sama dia, tapi dia kelihatannya orang baik,” ujar Umsika sembari menyeka air matanya saat ditemui batamclick.com di Pos Babhinkantibmas Belian, Batam Kota, Kamis (16/11/2017) siang.
Dijelaskan Umsika, wanita tersebut membujuknya untuk bekerja di Batam dengan gaji Rp3,5 juta per bulan.
“Saya tertarik, apalagi di kampung saya hanya dapat gaji 15 ribu per hari dari noreh getah,” ungkap jada yang telah ditinggal suminya empat tahun silam tersebut.
Ia mulai mengemas pakaian dan perlengkapan yang dibutuhkan, termasuk perlengkapan anak lelaki semata wayangnya yang masih berusia 4 tahun.
Setelah semuanya dikemas, Umsika dan putranya berangkan dengan bus menuju terminal di Palembang. Setiba di terminal itu, Umsiah sudah ditunggu oleh wanita tersebut.
“Dia bilang kalau mau kerja di Batam, tak boleh bawa anak,” ceritanya.
Dalam kebingungan dan didesak cepat, karena takut ketinggalan pesawat, pikiran Umsiah jadi blank. Ia pun manggut saja ketika wanita yang namanya saja tak sempat ditanyanya itu, menyuruh ia menitipkan putranya ke panti asuhan.
“Entahlah pak, bodoh saya ini, mau saja disuruh letakkan anak saya ke panti asuhan. Saya betul-betul bodoh pak,” raungnya.
Disepanjang penerbangan menju Batam, Umsika gelisah, pikirannya tak tenang, wajah anaknya terus terbayang-bayang.
Begitu sampai di Batam, wanita berambut sepunggung itu lantas dibawa ke sebuah perkampungan tak jauh dari Bandara Hang Nadim Batam. Ia dikenalkan kepada seorang lelaki bertampang seram.
“Macam perkampungan, rumah-rumah gitu, tapi rumah laki-laki itu tinggi,” ujarnya.
Dia disuruh tunggu di depan pintu, sedangkan wanita yang membawanya ngobrol dengan pria tersebut seperti orang berbisik. Sesekali pria itu melihat ke arah Umsika.
“Pas itu saya dengar, laki-laki itu nanya berapa, setelah dikasih tahu oleh wanita itu, laki-laki itu bilang terlalu mahal,” akunya.
Mendengar perkataan itulah Umsika jadi panik dan tak tentu arah. Ia pun lari sekencang-kencangnya ke jalan raya, dan menyetop pengendara motor yang melintas.
“Saya minta antar ke bandara lagi. Untunglah mau diantar, saya tak punya uang untuk bayar, karena saya hanya bawa uang 32 ribu dari Palembang,” akunya.
Di bandara, Umsika ingin segera pulang lagi ke Palembang, tapi dia tak punya uang untuk beli tiket. Akhirnya karena hari pun dah malam, ia mulai berjalan kaki ke arah Botania.
“Saya jalan terus, jalan terus, saya tak tidur, cuma numpang duduk di warung-warung orang, kalau warung itu dah tutup, saya pindah ke warung yang lain, sampai pagi,” jelasnya.
Kepada orang yang ditemukannya, Umsika minta tolong untuk dibelikan tiket ke Palembang. Ia sudah tak tahan ingin jumpa anaknya. Akhirna Umsika diarahkan ke Pos Babhinkamtibmas Belian yang ada di Grand BSI.
Di sana, Umsika bertemu dengan Brigadir Danu, Babhinkamtibmas Belian. Mendengar cerita ibu ini, polisi bertubuh besar itu pun iba, ia langsung menghubungi Pengurus Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS) PK Batam Kota.
Ali, Wakil Ketua PK Batam Kota IKBSS Batam berserta pengurus lainnya, langsung meluncur ke pos tersebut.
Komunikasi terjalin, dan akhirnya Umsika dapat berhubungan dengan adiknya yang berada di Papua. Melalui komunikasi itu, adiknya pun mengirimkan uang tiket Umsika, untuk segera dikembalikan ke Palembang.
Brigadir Danu, mengimbau kepada masyarakat, agar jangan mudah terbujuk rayu dengan orang-orang tak tak dikenal, dan mengiming-imingi sesuatu yang menggiurkan.
“Berhati-hatilah, karena kejahatan itu bisa dilakukan dengan modus apapun,” jelasnya.
Danu juga memberikan nasehat kepa Umsika, agar hal tersebut jangan sampai terulang lagi. Semoga saja, ibu ini dapat jumpa lagi dengan anaknya, jika tidak maka akan timbul cerita krimimal baru tentunya.(*)
Sumber : bosanto/ batamclick.com






























