WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Retno Wilis, orang tua dari bayi Aqila Kirana Kasim penderita Hydrocephalus yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mengharapkan uluran tangan Pemerintah Kota Batam.
Meski sebelumnya sudah pernah meminta bantuan kepada Pemko Batam melalui komunitas Batam Special Needs (BSN), akan tetapi hingga saat ini belum ada hasilnya.
“Harapannya, semoga ada perhatian dari Pemko Batam agar bisa membantu biaya pengobatan putri kami,” pintanya saat dihubungi, Jumat (23/2).
Sebab, lanjut Retno yang sekarang berada di Surabaya itu, biaya pengobatan di RS Unair diatas platfon BPJS. Apalagi sekarang ini baru menjalani operasi yang pertama, dan belum lagi yang kedua.
Sedangkan untuk berangkat kesini kemarin, Retno mengaku dibantu oleh teman-teman dari media sosial. Seperti tiket pesawat dan uang makan yang secukupnya.
“Kemarin operasinya, dan sekarang dedek Aqila masih diruang PICU belum sadar,” ungkapnya.
Kata Retno, untuk operasi berikutnya diperkirakan akan dilaksanakan tiga bulan kedepan. Itu pun kalau Aqila kondisinya kuat dan sehat usai menjalani operasi pertama ini.
“Kalau adik kuat dan sehat di operasi pertama ini, Insyaallah 3 bulan lagi,” ucapnya.
Sebelum dibawa ke RS Unair, dia pernah membawa Aqila ke RS Awalbros Batam. Namun dokter sudah tidak bisa membantu lagi dikarenakan tulang bagian kepala Aqila telah mengeras.
“Tapi dalam hati saya terus berdoa semoga ada dokter diluar Batam yang bisa memberi kabar baik untuk putri kami,” tuturnya.
Selama enam bulan, dia sekeluarga tak henti untuk mencari informasi dokter yang bisa menangani putrinya itu. Berkat yakin dan terus berusaha, akhirnya dia dipertemukan dengan dokter spesialis bedah plastik dari RS Unair Surabaya.
“Dokter itu bilang masih ada harapan untuk rekonstruksi tulang kepala Aqila sebelum usia 2 tahun,” terang dia.
Retno dan keluarga pun mengapresiasi cara kerja tim dokter RS Unair Surabaya yang bekerja sangat baik dan halus dalam menangani putrinya Aqila.
“Alhamdulillah kinerjanya diluar pemikiran kita entah bagaimana mereka menanganinya,” tuntasnya.
Aqila Kirana Kasim ini kelahiran Batam, 29 Juli 2016. Dia merupakan anak dari pasangan Agus Salim dan Retno Wilis, warga ruli Baloi Danau, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Di usia belia (18 bulan), Aqila divonis menderita penyakit langka yang dikenal dalam bahasa medis dengan nama Hydrocephalus. Saat ini pasca menjalani operasi pertama di RS Unair Surabaya, Aqila masih terbaring belum sadarkan diri. (icm)



























