Terkait Tudingan PKI, Budiman Sudjatmiko Persilahkan Kivlan Zen Memilih Sel Tahanan

341
Budiman Sudjatmiko Persilahkan Kivlan Zen Memilih Sel Tahanan

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mempersilakan bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk memilih sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

” Silakan pak Kivlan memilih satu ruangan di LP Cipinang untuk dirinya sebagai konsekuensi hukum dari fitnah-fitnahnya. Mau pakai bekas sel saya juga boleh,” kata Budiman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3/2018).

Hal itu dikatakannya terkait dengan pernyataan Kivlan yang menuding PDIP menampung pihak-pihak yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kivlan tegas menyebut tiga nama yakni Budiman Sujatmiko, Eva Kusuma Sundari, dan Rieke Diah Pitaloka.

Budiman, yang pernah mendekam di LP Cipinang karena tudingan subversi, membantah hal itu dan menyatakan Kivlan harus menerima konsekuensi hukum atas fitnahnya tersebut. Sebab, pernyataan itu telah menyakiti puluhan juta kaum nasionalis pengikut Bung Karno.

“Apa tidak cukup dia [Kivlan] dan bosnya di era Orde Baru dulu sudah memperlakukan Bung Karno sebagai tahanan di ujung hidupnya serta menindas pengikut-pengikutnya? Dan dia sekarang membakar luka itu lagi,” kata Budiman.

Lebih lanjut, aktivis yang pernah dipenjara pada penghujung Orde Baru itu mengatakan fitnah dari Kivlan itu merupakan upaya pembodohan massal dengan tujuan memecah belah persatuan Indonesia.

“Pembodohan massal itu paling banyak dalam rupa fitnah. Pada orang yang punya rencana jahat pada banyak orang, kita hanya akan menyisakan etika dalam perjuangan melawannya,” kata dia.

Menurut Budiman, pernyataan Kivlan Zen tentang PKI merupakan gambaran tentang orang-orang yang terus membebani Indonesia dengan ‘hantu-hantu’ masa lalu. Baginya, sosok Kivlan sudah tak relevan dan tak bisa melihat kebutuhan zaman.

Cek Dulu Kesehatan Jiwanya

Terpisah, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris meminta Kivlan Zen untuk memeriksakan kesehatan jiwanya.

“Saya rasa Pak Kivlan Zen harus cek dulu kesehatan jiwanya sebelum ngomong. Jangan sembarang ngomong. Nanti kita akan lakukan langkah hukum kalau dia sembarang ngomong seperti itu,” kata dia.

Sebagai mantan perwira tinggi militer senior, lanjut Charles, Kivlan Zen harusnya bisa lebih bijaksana dalam melontarkan pernyataan.

“Kami hargai kok prestasi beliau selama jadi perwira tinggi. Orang senior gini harus jadi bijaksana dong, bukan malah jadi bicara ngawur gitu,” ujarnya.

Kivlan Zen Tuding PDIP Banyak Menampung PKI

Dilansir CNNIndonesia.com, Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen menyebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bukan pecahan Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, ia menuding PDIP banyak menampung pihak yang terkait PKI.

Hal itu disampaikan Kivlan saat merespon pertanyaan pewarta tentang kaitan PDIP dan PKI serta kemungkinan partai tersebut merupakan pecahan partai ‘palu arit’.

“Enggak, PDIP (bukan pecahan PKI), tapi banyak menampung,” kata Kivlan, usai diskusi dengan tema ‘Isu Kebangkitan PKI: Antara Realita atau Propaganda’ di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (6/3).

Kivlan menyebut ada sejumlah nama kader PDIP yang diduga terkait dengan PKI. Kivlan pun meminta mereka untuk mundur dari jabatannya di partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

“Sebaiknya PDIP itu menarik lah, orang-orang seperti Eva Kusuma Sundari, Rieke Dyah Pitaloka, Budiman Sudjatmiko, dia membuat buku itu, janganlah dimasukan jadi pimpinan lagi,” tuturnya.

Atas dasar itu, Kivlan menilai, PDIP kerap dianggap dekat dengan komunis. Bahkan pada tahun 2015, lanjut Kivlan, PDIP mengirimkan sejumlah kadernya ke Partai Komunis China untuk belajar ilmu politik dan pengkaderan.

Lihat juga: Diskusi Soal Kebangkitan PKI Berakhir Ricuh
Tak hanya PDIP saja yang mengirim kadernya ke China, lanjut Kivlan, Golkar dan NasDem juga melakukan hal sama.

“Jelas bukan hanya PDIP, tapi Golkar dan NasDem yang memberikan kadernya ke China.

Terlepas dari itu, Kivlan berdalih apa yang ia ungkapkan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun pesanan dari partai lainnya. Menurutnya, apa yang ia sampaikan terkait PDIP dan PKI merupakan fakta, meski tak menyebut dari mana sumber fakta yang ia dapat tersebut.

“Saya tak memakai untuk kepentingan manapun, bukan ke Prabowo, tak ada hubungan dengan PKS dan PAN,” ucap Kivlan.(*)

Sumber: cnnindonesia.com

Link1
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180306193649-32-280934/kivlan-zen-tuding-pdip-banyak-menampung-pki

Link2
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180307191957-32-281221/dituding-pki-budiman-persilakan-kivlan-zen-pilih-sel-penjara

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel