Tokoh Masyarakat Kijang Ini Dukung Izin PT Gunung Bintan Abadi dan Jangan ‘Direcoki’

65
Wartakepri, Asri Suherman
Wartakepri, Asri Suherman

WARTAKEPRI.CO.ID, BINTAN – Masyarakat Kabupaten Bintan mendukung keberadaan PT. Gunung Bintan Abadi (GBA) untuk melakukan aktifitas tambang dan ekspor bauksit sebagaimana izin yang sudah dikantongi perusahaan tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat Kijang, Asri Suherman kepada wartakepri.co.id.

Menurut Asri, saat ini masyarakat di Bintan sangat berharap izin yang kantongi oleh PT GBA dapat segera dieksekusi untuk melakukan usaha pertambangan dan ekspor bauksit. Sehingga masyarakat Bintan yang saat ini membutuhkan lapangan pekerjaan bisa terserap dan diberdayakan. 

“Saat ini masyarakat tahu GBA sudah kantongi izin usaha pertambangan dan izin ekspor dari pemerintah pusat,” ujar Asri. 

Namun saat ini, Asri menilai ada pihak-pihak yang ingin ‘merecoki’ geliat industri bauksit yang sedang dimulai PT. GBA ini. Asri menyampaikan, bahwa kepentingan PT. GBA adalah kepentingan bersama masyarakat Bintan untuk mengangkat perekonomian masyarakat dari sektor industri pertambangan.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab merecokinya sehingga mengorbankan kepentingan masyarakat luas”, jelas Asri. 

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Lanjut Asri, saat ini masyarakat menjerit meminta lapangan pekerjaan. Sehingga keberadaan PT. GBA yang sudah mengantongi izin pertambangan dan ekspor tersebut menjadi harapan bersama untuk mengangkat perekonomian di Bintan. 

Selain itu, informasi mengenai izin ekspor bauksit yang sudah bisa berjalan lagi, disambut baik masyarakat. Bahkan beberapa pengusaha lokal sudah mulai sampling kandungan bauksit di lahannya masing-masing. Aktifitas peninjauan kadar bauksit tersebut sudah dimulai sejak awal tahun lalu. 

“Mau cek (sampling) bauksit di pulau”, ujarnya Pak No beberapa waktu lalu kepada wartakepri.co.id.

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH