WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Natuna, Syawal Saleh meminta masyarakat mengantisipasi kekeringan dan kebakaran. Imbauan ini terkait musim kemarau yang cukup panjang tahun ini.
Bahkan ada beberapa titik yang harus diwaspadai terutama untuk daerah rawan kebakaran.
“Masyarakat antisipasi musim kemarau panjang, apalagi untuk wilayah yang berpotensi kebakaran jangan sembarangan membakar sampah sembarangan,” ungkapnya ketika ditemui di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Natuna, berapa waktu Lalu.
Wilayah yang diwaspadai diantaranya Kecamatan Bunguran Tengah, SP, Kecamatan Bunguran Selatan.
Termasuk Kecamatan Bunguran Timur yang semula bukan daerah rawan, kini masuk dalam kategori rawan bencana kekeringan.
“Ada gejala perubahan yang harus diwaspadai juga, Bunguran timur yang tidak masuk kategori, kali ini menjadi salah satu wilayah rawan kekeringan,” ujar Syawal.
Dia juga meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan sekaligus menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kita terus antisipasi karena potensi kebakaran di kemarau ini cukup tinggi juga. Kita minta masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan ataupun hal-hal yang menimbulkan kebakaran. Dan menyiapkan relawan kebakaran di setiap kecamatan,” ungkapnya.

BABINSA RANAI DARAT
Hal Senada himbauan serupa disampaikan Babinsa Kelurahan Ranai Darat Pelda Mara Muda Hasibuan agar selalu waspada dan siaga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan ini penting diperhatikan, mengingat bencana atau musibah tahunan ini bisa mengancam apabila tidak dilakukan antisipasi secara dini.
Karena itu, untuk seluruh elemen baik masyarakat terlebih pemerintah setempat, tentunya harus bersatu mengatasi masalah ini karena saat ini mulai memasuki musim kemarau.
“Ancaman Karhutla ini, kami minta seluruh pihak harus waspada. Karena musibah ini bisa mengancam setiap saat saat musim kemarau seperti ini. Dan juga masyarakat harus mentaati pertaruran yang ada,” tutur Mara Muda Hasibuan, Rabu, (20/3/2019).
Ia juga mengimbau kepada para petugas baik dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya agar sigap dan terus menggalakkan waspada dengan harapan agar nantinya bisa dilakukan pendeteksian secara dini, sehingga apabila ada yang melakukan pembakaran bisa dilakukan pencegahan secara cepat.
Selain itu, bagi masyarakat yang memiliki lahan hendaknya tidak membukanya untuk dikerjakan dengan cara dibakar.
“Kami juga ingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar jangan membakar hutan dan lahan secara sembarangan. Karena alasan membuka lahan juga tidak boleh dilakukan dengan cara membakarnya,” pungkas Mara.(Rky)





























