Gadis Belia Asal Sukabumi Dijadikan Budak Seks di Karimun





Wartakepri.co.id, Karimun – Satreskrim Polres Karimun pada senin (4/11/2019), menggelar konferensi pers Pengungkapan tindak pidana TPPO terhadap anak dibawah umur, berdasarkan  laporan polisi nomor : A-82/XI/2019 tanggal 2 November 2019, dengan pelapor Aipda Andi Susilo.

Jajaran Satreskrim Polres Karimun telah berhasil mengamankan salah satu tersangka Muliaman alias Pendek (58) pada 2 november 2019, disinyalir sebagai germo di lokalisasi Vila garden nomor 9, karena telah diduga mempekerjakan anak dibawah umur inisial IR (16), asal Sukabumi Jawa Barat.

Seusai melaksanakan konferensi pers, Kasat Reskrim Polres karimun AKP. Herie Pramono menjelaskan bahwa Satreskrim Polres Karimun mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan tersangka Muliaman alias Pendek dengan korban anak di bawah umur.

“Asal mulanya kami telah mendapat informasi, kemudian melakukan penyelidikan dan setelah tim opsnal berikut PPPA polres karimun melakukan cek yang telah di informasikan tersebut, dan berhasil ditemukan satu orang tersangka Muliaman alias Pendek,” ungkap Herie.

Lebih lanjut, Herie mengatakan tersangka yang mengaku melakukan praktik baru dua bulan tersebut, telah memperkerjakan anak di bawah umur sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) di Vila nomor 9 Kapling karimun.

“Tersangka mengambil keuntungan sebesar Rp. 500 ribu dari korban setiap kali kencan, Penangkapan pelaku sendiri berawal dari informasi dari masyarakat, kemudian ditindak lanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Karimun,” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka Muliawan sendiri telah mengakui seluruh perbuatannya, dimana korban sendiri telah datang dan meminta pekerjaan kepada dirinya.

“Pelanggan paling ramai dari malaysia, dan hasilnya dibagi dua, dan pekerjaannyapun selalu diberitahukan kepada para wanita yang datang kerumah saya, kerja dirumah saya bukan kerja di caffe, bukan kerja di diskotik, dan bukan dirumah makan, semata-mata bekerja dirumah saya adalah mencari tamu dan pelanggan,” katanya.

Atas perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama tiga tahun dan paling lama 15 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp. 120 juta dan paling banyak Rp. 600 juta. Tersangka juga dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

AMA



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA