Ini Kronologi Dua Oknum Polisi Diduga Terlibat Dalam Kematian Seorang Pria di Kota Batam – WartaKepri
70 views

Ini Kronologi Dua Oknum Polisi Diduga Terlibat Dalam Kematian Seorang Pria di Kota Batam

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.CO.ID, Batam – Dua oknum anggota Polisi Republik Indonesia Jonnes dan Nofentinus Sitorus mengakui terlibat langsung dalam menjemput Arnold Dus Terong Beding dari kediamannya di Bukit senyum, Batu Ampar.

Dalam sidang pemeriksaan saksi Nofentinus mengaku bahwa dirinya mendapat telepon dari rekannya Jonnes yang juga anggota Polsek Sagulung.

“Jonnes meminta dirinya untuk membantu menjemput Arnold (korban) bersama keluarga besar Desi Simanjuntak,” kata Nofentinus saat persidangan yang dipimpin majelis hakim pengadilan negeri kota Batam Jasael Manulang, Muhammad Candra, Elfrida Yanti dan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhas Zebua.

Nofentinus menerangkan kedatangan diri satu bersamaan dengan Jonnes di kediaman Arnold. Sebelumnya kami berkumpul di kediaman Rotlan Manggala Simanjuntak baru bergerak bersama dengan keluarga besar Desi menuju rumah Arnold.

“Setiba di kediaman almarhum di Bukit senyum saya tidak masuk ke rumah Arnold. Namun saya melihat Arnold dalam kondisi sehat,” sebut Nofentinus.

Nofentinus melanjutkan untuk kedua kalinya ketemu dengan Arnold di tempat kejadian perkara (TKP) Merlion dalam keadaan babak belur.

Nofentinus berdalih bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang menganiaya Arnold hingga babak belur.

“Selanjutnya keluarga Desi meminta petunjuk kepada saya. Maka saya berikan saran untuk membawa kepada pihak berwajib,” cerita Nofentinus.

Nofentinus menerangkan akhir kami membawa Arnold ke Polsek Batu Ampar tetapi pihak Polsek menolak. “Saat itu saya tidak masuk ke Polsek Batu Ampar, keluarga Desi yang langsung masuk ke Polsek Batu Ampar,” terang Nofentinus.

Nofentinus melanjutkan bahwa mereka kembali membawa Arnold ke Polresta Barelang. Saat disana keluarga Desi Simanjuntak sudah menghubungi keluarga Arnold dan sudah berjanji akan ketemu di Polresta Barelang.

“Hampir dua jam tidak kunjung tiba keluarga almarhum maka selanjutnya kami membawa Arnold ke rumah Rotlan Manggala Simanjuntak,” lanjut Nofentinus.

“Melihat kondisi Arnold yang babak belur saya menyarankan untuk segera dibawakan ke rumah sakit tetapi keluarga Desi Simanjuntak menolak dengan alasan menunggu keluarga almarhum datang dulu,” tutup Nofentinus.

Dalam kesempatan yang sama saksi Jonnes yang merupakan oknum anggota polisi mengatakan bahwa dirinya datang ke rumah Arnold untuk berbicara kekeluargaan.

“Saya tidak ada sebut bahwa secara pribadi adalah anggota Polri,” bantah Jonnes membantah pertanyaan hakim terkait kedatangannya sebagai anggota Polri di kediaman Arnold.

Selanjutnya menurut Jonnes dirinya pulang mengantarkan pacarnya namun di telpon oleh Rotlan untuk datang. “Desi sudah ketemu, kamu datang kemarilah,” sebut Jonnes menceritakan perintah Rotlan terhadap dirinya.

Jonnes menegaskan bahwa dirinya kembali ke bukit senyum dan melihat Desi Simanjuntak sudah benar-benar ketemu.

Jonnes menerangkan bahwa dirinya mengendarai mobil Vios warna merah yang ditumpangi oleh Arnold.

“Saya mengemudi mobil Vios yang di dalamnya ada korban. Perjalanan kami ke Polsek Batu Ampar, Polresta Barelang hingga akhirnya ke rumah Rotlan,” sebut Jonnes.

Jonnes melanjutkan bahwa mobil Vios tersebut dikembalikan ke ruko San Fransisco dan korban ada di dalam mobil tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 03.00 wib hingga pagi hari.

“Saya tinggalkan saja Arnold berada di dalam mobil. Selanjutnya saya tidak mengetahui lagi,” tutup Jonnes. (Adit)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA