Pemilik Mesin Sedot Pasir Raup Puluhan Juta Rupiah, Satreskrim Polres Karimun Baru Amankan Dua Pekerja – WartaKepri.co.id
177 views

Pemilik Mesin Sedot Pasir Raup Puluhan Juta Rupiah, Satreskrim Polres Karimun Baru Amankan Dua Pekerja





WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Jajaran satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun, pada Rabu (11/3/2020) pukul 14.00 WIB, telah mengungkap kasus penambangan pasir ilegal dengan mesin sedot yang beroperasi di wilayah Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Dilokasi kejadian polisi menetapkan dua orang pelaku yakni masing-masing berinisial S (48) beserta rekannya A (35), sekaligus menyita barang bukti lainnya berupa dua unit mesin dompeng, empat buah pipa, satu jerigen BBM solar, dua buah sekop, satu unit truk jenis lori Kecil pengangkut pasir, dua buah buku catatan.

“Aktifitas penambangan ilegal ini diketahui telah berlangsung sejak tahun 2019 lalu hingga bulan Februari 2020 di kawasan Desa Sememal, dan di Desa Teluk Paku selama satu bulan,” terang Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono, Jumat (20/3/2020) saat menggelar Konferensi Pers dihalaman Rupatama Mapolres Karimun.

Herie menambahkan, dari hasil penambahan liar yang dilakukan oleh para pelaku, pasir hasil penambangan ini mereka jual kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saat diinterogasi, kedua pelaku tidak dapat menunjukan surat-surat dan dokumen perizinannya, seperti Izin Usaha Penambangan (IPP), Izin Penambangan Rakyat (IPR) serta Izin Usaha Penambangan Khusus (IUPK),” imbuhnya.

Dikatakannya, dari TKP ditemukan aktivitas penambangan, izinnya semua tidak ada, maka dua pelaku yang memiliki alat mesin dompeng tersebut berhasil diamankan.

Dirinya menyebut, pihaknya masih menelusuri pemilik lahan, namun dari alat bukti yang ada adalah penguasaan dari pada para pelaku sendiri.

“Untuk para pekerjanya sendiri yang di Sememal ada tiga orang, dan untuk di Desa Teluk Paku terdapat empat orang pekerja, dan hingga saat ini masih kita jadikan saksi,” ungkapnya.

Akibat ulah para pelaku penambangan ilegal tersebut, polisi menjeratnya dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan disandingkan dengan Pasal 109 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar rupiah.(*)

Reporter : Aziz Maulana



PKP DREAMLAND
FANINDO
WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Pendapat Anda

177 views