Bentuk Kepedulian, Komunitas CL Batam Meminta Hukum Berat Pelaku Pembantai Kucing

Komunitas CL Batam Meminta Hukum Berat Pelaku Pembantai Kucing
Melalui penasehat hukum Law Office Sultan and Partners, para komunitas pecinta kucing diantaranya Dechruse Community, Sahabat Kucing Terlantar (SKT), Batam Cats Community, serta Batam Cats Lover, melaporkan perilaku penganiayaan terhadap sejumlah kucing dibeberapa wilayah di Kota Batam. (Foto : Istimewa).
PKP Online

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Komunitas yang tergabung dalam pecinta kucing Kota Batam, meminta agar pelaku BS pria berusia 62 tahun, yang membunuh kucing dengan cara dipenggal dihukum seberat-beratnya.

Dalam laporan berkasnya melalui kuasa hukum Law Office Sultan and Partners, komunitas para pecinta kucing diantaranya Dechruse Community, Sahabat Kucing Terlantar (SKT), Batam Cats Community, serta Batam Cats Lover, melaporkan pelaku penganiayaan terhadap kucing dibeberapa wilayah di Kota Batam.

Kuasa hukum dari Law Office of Sultan and Partners, berharap kepada kepolisian, agar berkas perkara bisa segera P21. Hingga diproses ke meja hijau, sehingga
pelaku di hukum sesuai dengan perbuatannya.

“Para pecinta kucing khususnya di Kota Batam, meminta kepolisian agar pelaku pembegal kucing, untuk diberikan hukuman seberat-beratnya” kata Sultan Selasa (30/3/2021), di Mapolda Kepri.

Selain itu juga menurutnya, mewakili seluruh pecinta kucing Kota Batam mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ditreskrimum Polda Kepri yang sudah bekerja secara maksimal mengungkap kasus pembegalan kucing ini.

“Alhamdulillah antusiasme para pecinta kucing, tidak hanya dari Kota Batam saja, akan tetapi dari berbagai daerah di tanah air ikut berpartisipasi, dilihat dari ucapan karangan bunga yang diletak di halaman Mapolda Kepri, sekaligus mengapresiasi Ditreskrimum Polda Kepri,” paparnya.

Sultan menambahkan, pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Sekaligus untuk memberikan efek jera kepada para pelaku pembunuhan terhadap hewan peliharaan Nabi ini,” tegasnya.

BACA JUGA Bendera di Halaman Kantor BP Kawasan Bintan Terpasang Terbalik, Warga Sigap Memfoto

Sementara itu, salah seorang pecinta kucing Ridwan mengatakan, ulah pelaku pembantai kucing tersebut sudah sering dilakukan.

“Seperti di Top 100 Tembesi ini, keberadaan kucing liar entah berantah kemana, para pedagang semua menceritakan heran, biasanya banyak kucing minta makan, sudah beberapa bulan menghilang,” kata Ridwan.

Dirinya meminta kepada pihak berwajib agar pelaku di hukum seberat-beratnya, supaya tidak terulang kembali, para pelaku melakukan pembantaian terhadap kucing.

“Diharapkan para pembunuh kucing tidak ada lagi, semoga saja dengan kejadian ini mereka sadar,” ujarnya.

Peristiwa pembantaian kucing sendiri terjadi di depan gerai ritel modern Batuampar, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Minggu (14/2/2021) lalu.

Pelaku berhasil ditangkap pada
Jumat, 19 Februari 2021. Dimana pelaku BS pernah konsumsi daging kucing selama lima tahun. BS rupanya berdalih mengonsumsi daging kucing untuk obat tekanan darah tinggi.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya berupa satu unit sepeda motor Honda Kharisma BP 3070 DC, sebilah kapak, satu buah jaket, dan sebuah helm Honda berwarna hitam.

Pelaku dijerat dengan Pasal 302 KUHP tentang tindakan sengaja atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya, tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup hewan.

Selain itu juga pelaku dikenakan Pasal 406 ayat 2, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. (Amn)

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel