Muhammad Nelayan Batam Merasa di Anak Tirikan, Kapal Masih Ditahan Malaysia

14
foto nelayan (ilustrasi)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Nelayan tradisional Batam dikarenakan kapal masih ditahan pihak Malaysia membuat sulit mencari nafkah untuk kehidupannya, pemilik kapal nelayan tradisional Muhammad juga merasa di anak tirikan.

Hal tersebut bukan tanpa dasar, dimana ada kawannya yang juga tertangkap tetapi dijemput pihak keamanan Indonesia, mereka dapat kembali beserta kapalnya.

“Sedangkan kapal saya sejak pertengahan bulan Maret 2021 ini sampai saat ini tidak dikembalikan, sehingga untuk mencari nafkah susah. Sehari-hari saya mencari nafkah dari menjadi nelayan,” ujarnya, Jum’at (7/5/2021) malam.

Diterangkannya, memang waktu itu bukan dirinya yang pergi melaut, ada temannya yang pergi melaut menggantikannya bersama kawannya yang biasa pergi melaut bersama Muhammad.

“Mereka ditangkap pada pukul 23:00 Wib, yang saya dapat cerita dari kawan saya Dayat yang biasa pergi berdua melaut. Mereka sampai ikut sidang di Malaysia dan dinyatakan tidak bersalah,” tuturnya.

BACA JUGA: Nelayan Karimun Digegerkan dengan Penemuan Mayat Mengapung di Laut, Evakuasi ke RSUD

Diungkapkannya, kejadiannya sama dengan nelayan yag dipulangkan 26 April 2021 dimana kapal mereka dikembalikan, sedangkan pihaknya sampai saat ini belum ada titik terang.

“Kita sudah melengkapi surat yang diperlukan, agar kapal dapat dikembalikan. Sudah melapor ke dinas perikanan dan kelautan batam, tidak mungkin saya kesana. saya tidak punya link, jadi sampai saat ini belum ada titik terang terkait kapal saya ini,” ucapnya.

Disampaikannya lagi, pihaknya memohon kepada bapak-bapak yang bekerja di instansi terkait agar dapat membantu dirinya terkait kapal agar dapat kembali.

“Jangan lah di beda-bedakan saya juga seorang nelayan,” sebutnya.

Diterangkannya, memang kesulitan dalam mengetahui lokasi garis laut Indonesia dan Malaysia, dikarenakan dirinya merupakan nelayan tradisional. Sehingga tidak memiliki GPS.

“Sekali lagi saya minta tolong ke intansi terkait baik dinas batam maupun pihak keamanan Indonesia agar dapat kapal saya yang ditahan pihak Malaysia dapat kembali. Karena untuk sehari-hari kehidupan saya di tompang dari pergi melaut mencari ikan,” sebutnya dengan mimik sedih. (adit)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel