Dalam Sebulan, 473 Jiwa Terselamatkan Oleh Tim Panther Polres Karimun, Banyak Pulau dijadikan Tempat Transit

101
Barang bukti narkoba berhasil diamankan oleh Sat Res Narkoba, yakni 65,27 gram sabu dan 53,22 gram ganja kering. (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tim Phanter Sat Res Narkoba Polres Karimun kembali mengungkap 6 kasus dalam kurun waktu tanggal 8 Agustus 2021 hingga tanggal 3 September 2021, dengan jumlah tersangka sebanyak 10 orang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano, saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana narkotika, didampingi oleh Kasatnarkoba Polres Karimun AKP Elwin Kristanto, Jum’at (3/9/2021).

“Terdapat 6 kasus yang berhasil diungkap sebulan ini, dengan inisial HM, SN, RZ, SI, HA, RAS, KR, AR, MT, dan RSR dengan total 10 orang tersangka,” terang Kapolres.

Karena menurutnya, wilayah Kabupaten Karimun yang memiliki banyak pulau-pulau yang tersebar, dengan lokasi yang strategis untuk menyelundupkan barang haram narkoba.

“Pulau tersebut belum seluruhnya tersentuh oleh masyarakat, sehingga dikhawatirkan dijadikannya tempat persinggahan (transit) bagi para pengedar narkoba,” tambah Kapolres.

Kapolres menyebut, barang bukti narkoba yang berhasil diamankan yakni 65,27 gram sabu dan 53,22 gram ganja kering.

“Terdapat 6 kasus dan 3 lokasi penangkapan, yaitu 3 kasus di Kecamatan Karimun dengan jumlah tersangka 5 orang, Kecamatan Tebing 1 kasus dengan tersangka 1 orang dan Kecamatan Meral 2 kasus dengan tersangka 4 orang, seluruh tersangka yang kita amankan adalah laki-laki,” paparnya.

Untuk modus operandi yang dilakukan oleh 8 orang tersangka ini kata Kapolres dengan mengedarkan barang haramnya, serta 2 orang bersnisial SN dan HM adalah pemakai narkoba.

Sehingga Tony mengungkapkan, apabila diasumsikan total jiwa yang dapat diselamatkan dari barang bukti sabu ini sebanyak 195 hingga 260 jiwa. Sedangkan untuk ganja kering dapat menyelamatkan 160 sampai 213 jiwa.

“Kami beserta jajaran, berharap agar masyarakat untuk dapat bekerjasama sekaligus mendukung penuh, dalam memberikan informasi agar dapat menjaga wilayah Kabupaten Karimun dari ancaman bahaya narkotika dan psikotropika,” ungkapnya.

Para tersangka penyalahgunaan Narkotika dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan (2) Subsider 112 ayat (1) dan (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan 20 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar sampai Rp 10 miliar. Dan Pasal 127 Ayat (1) huruf (a) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun.

Serta Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung (MA) Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika yang tertangkap tangan dengan bukti hasil tes urin positif, serta barang bukti narkotika ada padanya dibawah jumlah tertentu sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) No 4 Tahun 2010 guna dilakukan assesmen. Kepada Tim Assesmen Terpadu agar diketahui tersangka sebagai pengedar, pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel