6 Kg Sabu Asal Malaysia Digodok, Kapolres : Prioritas Adanya Peran Serta Masyarakat dan Stakeholder

162
Bupati Karimun Aunur Rafiq turut memusnahkan barang bukti berupa sabu dihalaman Rupatama Polres Karimun. Narkoba musuh ditengah masyarakat. (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tim Panther Sat Narkoba Polres Karimun memusnahkan barang bukti narkoba berupa sabu seberat 6.304,59 gram, Senin (22/11/2021).

Pemusnahan sabu yang dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano, dilakukan dengan cara direbus di hadapan tersangka NJ (28), turut serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Karimun.

“Pemusnahan barang bukti berupa sabu, dengan tersangka kurir berinisial JN yang berhasil diamankan pada salah satu wisma di bilangan Teuku Umar, Tanjungbalai Karimun,” terang Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano.

Kapolres menambahkan, tersangka kedapatan membawa barang haram tersebut berasal dari Malaysia, dengan total berat kotor 6.508 gram. Dan selanjutnya disisihkan dengan berat bersih 197,48 gram.

“Untuk selanjutnya di bawa ke laboratorium Forensik Polda Riau, dan sebagai bukti pada persidangan,” pungkasnya.

Karena maraknya kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Karimun, kata Kapolres pihaknya akan terus menekan dan memberantas peredaran barang haram, terlebih Kabupaten Karimun sebagai tempat transit yang strategis.

“Untuk itu diperlukan adanya sinergitas bersama Stakeholder terkait lainnya, guna memutus mata rantai penyebaran narkoba,” tandasnya.

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bumi Berazam, agar dapat bekerjasama dan memberikan informasi terkait peredaran narkoba.

“Mampu mengedukasi kepada seluruh masyarakat, agar dapat mencegah dan membantu pihak kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba,” ungkap Tony.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi kepada jajaran Tim Panther Satnarkoba Polres Karimun, dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Karimun.

“Memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polres Karimun, menyelamatkan banyak jiwa,” kata Bupati.

Karena menurutnya, narkoba merupakan musuh bersama di tengah-tengah masyarakat. Karena sangat merugikan sekaligus membahayakan pada lingkungan dan generasi muda yang akan datang.

“Sebagai pembelajaran, dan seluruh tersangka di tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” pintanya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) Undang – undang RI, nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp 1 miliar hingga 10 miliar.

Aman

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel