Ketua DPRD Batam: Pemko Batam Segera Ambil Langkah Kongkrit Aman dan Sehat

329
Ketua DPRD Batam
Ketua DPRD Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto angkat bicara terkait penghentian sementara pengiriman hewan ternak untuk kebutuhan kurban ke Kota Batam. Pasalnya akan berdampak pada perayaan Idul Adha bagi umat Muslim di Batam.

Nuryanto berjanji akan memfasilitasi keresahan Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB) terkait ketiadaan stok hewan ternak khususnya sapi dan kambing untuk kebutuhan Idul Adha 2022.

“Segera kita buatkan rekomendasi hari ini juga ke Pemko Batam untuk selanjutnya ditindaklanjuti. Ini sudah menyangkut kemaslahatan umat yang akan merayakan Idul Adha,” ujar Nuryanto usai menerima Aspirasi APHTB di DPRD Batam, Kamis (19/5/2022).

Honda Capella

Nuryanto menilai, adanya kebijakan pemerintah pusat untuk berhati-hati menekan penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkuku ganda seperti sapi merupakan langkah yang tepat. Namun kebijakan yang diambil harus lebih fleksible dan tidak kaku terutama untuk Batam.

“Saya pikir hati-hati itu juga perlu, DPRD Batam justru mendukung kebijakan pemerintah, namun kebijakan jangan terlalu kaku. Batam harus mendapat perhatian khusus. Kalau dilarang akan jadi masalah,” tegas Nuryanto.

Menurutnya, kekhawatiran masuknya wabah PMK ke Batam memang harus diantisipasi semua pihak. Untuk itu, pemerintah harus menjalankan fungsinya memfasilitasi distribusi ternak ke Batam. Pemerintah juga memiliki tim teknis untuk kriteria ternak yang aman dan sehat.

“Pemerintah daerah harus memfasilitasi ini. Setiap hewan yang dikirim benar benar harus sehat, aman dan valid bebas dari virus PMK,” ucap Nuryanto.

Dia meyakini, Batam bukan sebagai daerah penghasil (produksi) ternak, namun sebagai daerah konsumsi, sangat kecil kemungkinan masuknya wabah PMK. Apalagi setiap hewan masuk ke Batam langsung dikonsumsi masyarakat, baik untuk kebutuhan pasar, kebutuhan kurban ataupun untuk akikah.

“Saya rasa tidak perlu khawatir Batam akan menjadi endemi dari PMK. Disini peran penting pemerintah memastikan hewan ternak yang masuk ke Batam sudah benar-benar sehat dan bebas virus PMK,” tambah Dia.

Musofa, Penasehat APHTB bersama sejumlah anggota nya merasa lega dengan upaya Ketua DPRD Batam, yang langsung merespon cepat keresahan pedagang hewan di Kota Batam.

“Alhamdulillah ada upaya positif dari Ketua DPRD Batam, kita inginkan surat rekomendasi bisa segera ditanda tangani,” harap Musofa.

Musofa berharap, minimal ada surat rekomendasi langsung ke pusat berupa pengecualian Batam sebagai daerah konsumsi, sehingga hewan ternak sapi dan kambing bisa dikirim dengan memperhatikan aspek kesehatan hewan bebas dari PMK, apalagi saat ini Batam nihil dari kasus konfirmasi virus PMK.

“Kami minta ada kebijakan yang segara direalisasikan dengan waktu sekitar 50 hari jelang Idul Adha, agar masyarakat Batam khususnya umat Islam tidak gelisah,” jelas Dia.

Terkait penghentian sementara pengiriman hewan ternak dari pihak karantina di Kuala Tungkal, Jambi ke Batam, sebelumnya sudah disampaikan dan dikomunikasikan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kota Batam, namun belum menghasilkan solusi.

Hingga saat ini pedagang di Batam maupun di daerah asal hewan ternak didatangkan yakni Lampung masih belum bisa melakukan pengiriman. Hal ini menyebabkan stok hewan ternak untuk kebutuhan Idul Adha di Batam semakin menipis.

“Saat ini stok sapi di Batam hanya tersedia sebanyak 300 ekor dan kambing 750 ekor, akhir Mei ini stok kambing dipastikan sudah habis,” ujar Musofa.

Sementara kebutuhan hewan ternak jelang Idul Adha tahun 2022 di prediksi akan meningkat, seiring membaiknya perekonomian dibanding dua tahun lalu saat pandemi Covid 19. Ditambah lagi banyak warga Singapura yang sudah berniat berkurban di Batam tahun ini.

“30 persen peserta kurban saat Idul Adha di Batam merupakan warga Singapura,” ujarnya.

Diperkirakan kebutuhan sapi untuk tahun ini sekitar 3.500 ekor dan kambing sekitar 18 ribu ekor. Jumlah ini jauh meningkat dibanding saat pandemi Covid 19 dua tahun lalu hanya sebanyak 2.000 ekor sapi dan 12 ribu ekor kambing.

Musofa berharap ada kebijakan khusus dari pemerintah pusat untuk Batam, dengan syarat hewan ternak yang dikirim untuk kebutuhan Idul Adha sudah dilengkapi hasil laboratorium dan sertifikat kesehatan yang valid. (adi)

FANINDO