Maskapai TransNusa Terbang Mulai 6 Oktober 2022, Tarif Murah ke Bali dan Jogja

303
TransNusa
Pesawat TransNusa. Foto istmewa

FANINDO

JAKARTA – Maskapai penerbangan TransNusa akan melayani penerbangan Jakarta (CGK) menuju Bali (DPS) sebanyak 5 kali sehari pergi pulang, mulai 6 Oktober 2022.

Harga tiket dibuka mulai dari Rp 800.000. Untuk Jakarta (CGK) menuju Yogyakarta (YIA) sebanyak 2 kali sehari pergi pulang dengan harga mulai dari Rp 500.000 sekali jalan,

Beroperasi sejak tahun 2005, TransNusa merupakan maskapai penerbangan Indonesia yang telah melayani wilayah timur Indonesia, terutama Nusa Tenggara-Bali dan Sulawesi bagian selatan. Pada Agustus 2011, TransNusa memasuki tahap baru dengan menerima sendiri Air Operator’s Certificate (AOC) dan izin penerbangan niaga berjadwal.

Perusahaan ini telah bertransformasi dan siap menghadirkan layanan transportasi udara dengan konsep maskapai penerbangan bertarif rendah atau Low-Cost Carrier (LCC).

Direktur Utama TransNusa Bayu Sutanto mengatakan, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi perusahaan dengan melihat besarnya peningkatan kapasitas penumpang dari tahun ke tahun serta peningkatan mobilitas masyarakat pasca pandemi Covid-19.

“Kami juga melihat adanya kebutuhan akan pilihan layanan transportasi udara. Sejalan dengan komitmen TransNusa untuk terus mendukung konektivitas, mendorong pengembangan pariwisata nasional serta percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi, kami siap ikut meramaikan kembali langit Indonesia,” kata Bayu dalam keterangan resminya, Rabu (28/9/2022).

Ia berharap dengan konsep penerbangan LCC, TransNusa dapat turut mempermudah masyarakat dalam melengkapi kebutuhan transportasi udara dan menjadi opsi terbaik terutama untuk mereka yang ingin melakukan penerbangan domestik dari maupun ke Bali, Jakarta dan Yogyakarta.

TransNusa akan beroperasi menggunakan armada baru AIRBUS A320neo berkapasitas 168 penumpang serta menyediakan gratis 20 kg bagasi untuk seluruh penerbangan domestik.

TransNusa menawarkan 3 opsi jenis tiket bundling yang disebut SEAT untuk pilihan yang paling standard, SEATPLUS yang diprediksikan akan paling populer karena penumpang dapat memilih nomor kursi dan mendapatkan makanan, serta FLEXIPRO yang memberikan pelayanan penuh bahkan hingga fleksibilitas 2 kali perubahan tanggal dan jam penerbangan.

Selain itu, maskapai juga menyediakan beragam menu makanan pra-pesan (pre-booked meals).

Direktur TransNusa Leo Budiman menambahkan, guna menjawab kebutuhan dan permintaan penerbangan domestik, maskapai di Indonesia perlu menerapkan langkah-langkah strategis yang dapat menjadikan mereka opsi terbaik masyarakat dalam melakukan mobilitas udara.

BACA JUGA Maskapai Super Air Jet Resmi Layani Rute Batam ke Jakarta Pukul 15.30 WIB

“Kapasitas 168 penumpang untuk armada jenis A320neo kami rasa ideal. Tidak terlalu sedikit tapi juga tidak berlebihan. Sehingga memungkinkan TransNusa memiliki kursi penerbangan dengan ruang kaki yang lebih luas dibandingkan dengan maskapai LCC umumnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Leo, biaya perjalanan serta ragam pelayanan kenyamanan bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi penumpang.

Maskapai ini memilih A320neo menjadi armada karena pertimbangan kenyamanan yang lebih ramah lingkungan.

Kemampuan mesin A320neo dikenal memiliki mesin yang lebih irit bahan bakar sebanyak 20% dan lebih sedikit mengeluarkan produksi emisi (CO2). Mesin dalam armada ini juga dirancang bisa mengurangi suara bising hingga 75% sehingga kabin jadi lebih senyap.

Data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada Juni lalu menyatakan bahwa penumpang udara diperkirakan mencapai 83% dari tingkat pra-pandemi tahun 2022.

Berdasarkan data terbaru dari Kemenperin, jumlah penumpang yang mengudara di Indonesia saat ini diperkirakan meningkat 30% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini digadang-gadang dapat menjadikan Indonesia sebagai pasar transportasi terbesar keenam pada tahun 2034 mendatang. (kontan)

Honda Capella