
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karimun akan memulai penyortiran surat suara Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024.
Penyortiran surat suara akan dimulai pada Senin (25/12/2023), setelah tiba di Karimun dari KPU Provinsi Kepri, pada Minggu (24/12/2023) dini hari.
Kedatangan surat suara dari pelabuhan Roro Parit Rempak menuju gudang logistik KPU Karimun tersebut mendapat pengawalan ketat oleh personel TNI-Polri.
Logistik surat suara Pemilu 2024 yang telah tiba tersebut untuk pemilihan calon Presiden dan calon Wakil Presiden.
Selanjutnya diperuntukkan untuk calon anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi Kepri dan Kabupaten Karimun.
Ketua KPUD Karimun, Mardanus menyebut, untuk surat suara yang tiba sebanyak 195.631 lembar, berdasarkan kebutuhan bagi 781 TPS yang tersebar.
“Kebutuhan surat suara tersebut sesuai dengan jumlah DPT di Kabupaten Karimun, yakni 191.416 pemilih (orang), ditambah 2 persen dari jumlah DPT,” terang Mardanus.
Selanjutnya, masih kata Mardanus, untuk dilakukan seleksi (penyortiran) terhadap surat suara, apakah layak atau tidaknya untuk dikirim ke seluruh wilayah Kabupaten Karimun.
“Surat suara yang tidak dapat digunakan akan dipisahkan untuk selanjutnya dimusnahkan,” ujarnya.
Untuk pelipatan surat suara sendiri, kata Mardanus dilaksanakan pada bulan Januari 2024 mendatang, selanjutnya disalurkan ke TPS-TPS yang tersebar di Karimun.
Lebih lanjut Mardanus mengatakan, penyortiran dan pelipatan surat suara merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelenggaraan Pemilu.
Pihaknya berupaya memastikan surat suara yang diterima sesuai dengan jumlah dan jenis yang ditetapkan oleh KPU pusat.
“Penyortiran dilakukan untuk memastikan surat suara tidak rusak, sobek atau cacat,” beber Mardanus.
Sebagai persiapan menuju hari pemungutan suara, KPUD Karimun juga akan mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara pada Senin tanggal 25 Desember 2023, di Sememal, Pasir Panjang, Meral Barat, Karimun.
“Simulasi ini akan dilakukan di lokasi TPS real dengan melibatkan pemilih dan tentunya penghitung yang real, dari pukul 07.00 WIB hingga selesai,” paparnya.
Untuk itu pihaknya akan menguji kesiapan, termasuk menguji kemampuan sistem rekap yang digital.
“Kita juga akan gunakan aplikasi, yaitu Sirekap. Sistem ini akan memudahkan kita dalam menginput, mengonversi sekaligus mengunggah hasil penghitungan yang sebenarnya,” ucap Mardanus.(Aman)





























