Home Berita Utama Viral Fenomena Waterspout Melintas di Perairan Karimun

Viral Fenomena Waterspout Melintas di Perairan Karimun

Fenomena pusaran angin puting beliung (waterspout) terjadi di perairan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau pada Selasa siang, 17 Juni 2025.(Foto: Tangkapan layar)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Fenomena pusaran angin puting beliung (waterspout) terjadi di perairan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau pada Selasa siang, 17 Juni 2025.

Fenomena waterspout tersebut terekam kamera (video) warga yang mengabadikan dan beredar di media sosial.

Menurut keterangan salah seorang warga bernama Risky (27), fenomena tersebut berlangsung hampir satu jam.

Saat kejadian, ia sedang berada di sebuah kapal tak jauh dari fenomena waterspout tersebut.

“Kejadian sekitar pukul 11:30 WIB tadi, waterspout pertama terlihat di perairan Pulau Nipah dan bergerak menuju Pulau Nangka, tepat didepan Selat Beliah,” ujarnya.

Risky menambahkan, waterspout sempat putus di Pulau Nangka, namun kembali terjadi dan terus bergerak menuju ke arah Pulau Parit.

“Anginnya terus berjalan ke Pulau Parit, baru kemudian menghilang di daerah Kilang Papan pukul 13:00 WIB,” katanya.

Risky menambahkan, waterspourt hanya terlihat di perairan dan tidak sampai masuk ke pumukiman masyarakat.

“Tidak melintasi ke pumikiman masyarakat, karena pasa sampai di perairan saja, waterspoutnya langsung menghilang,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait fenomena waterspout di perairan Karimun, Forecaster On Duty BMKG Tanjungbalai Karimun, Younggy Hutabarat menyebut, fenomena waterspout di laut Selat Beliah, Tanjungbalai Karimun merupakan fenomena alam yang identik dengan fenomena puting beliung.

“Akan tetapi terjadi di atas permukaan air yang luas. Fenomena waterspout tersebut terbentuk terbentuk dari sistem awan kumulonimbus (CB),” ungkap Younggy.

Terbentuknya waterspout oleh awan CB tersebut kata Younggy tergantung pada kondisi labilitas atmosfer.

“Keberadaan awan CB juga dapat mengindikasi adanya potensi hujan deras yang disertai kilat (petir) dan angin kencang,” paparnya.

Younggy menambahkan, ciri-ciri dari terjadinya fenomena waterspout diantaranya, kejadiannya bersifat lokal, terjadi dalam waktu yang singkat.

“Terjadi pada siang atau menjelang petang, kemungkinan kecil untuk terjadi kembali ditempat yang sama dalam waktu dekat, namun waterspout yang pernah terbentuk di suatu area, memiliki potensi besar dapat terjadi lagi di wilayah tersebut,” beber Younggy.

Hal itu kata Younggy dikarenakan kelembapan atau uap air yang dihasilkan oleh suatu permukaan cenderung memiliki karakteristik yang khas.

“BMKG Karimun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati dan menghindari (jangan mendekat) area pusaran tersebut,” tandasnya.(Junizar)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp