WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Polda Kepulauan Riau memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Batam maupun wilayah Kepulauan Riau secara umum tetap aman, kondusif, dan terkendali di tengah berkembangnya isu terkait rencana aksi penyampaian pendapat yang akan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (10/6/2026). Menurutnya, jajaran Polda Kepri bersama TNI, pemerintah daerah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat langkah antisipasi guna menjaga stabilitas keamanan, khususnya di kawasan industri, pusat ekonomi, dan objek vital nasional di Batam.
“Polda Kepri memastikan situasi kamtibmas di Batam saat ini aman dan kondusif. Masyarakat maupun para investor tidak perlu khawatir dan dapat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa,” tegas Asep.
Sebagai salah satu kawasan strategis investasi nasional dan pintu gerbang ekonomi internasional, Batam memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, menjaga iklim investasi yang aman dan nyaman menjadi prioritas seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Untuk mendukung hal tersebut, Polda Kepri terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, pelaku usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi buruh, mahasiswa, hingga elemen masyarakat lainnya guna menciptakan suasana yang damai dan produktif.
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, penyampaian pendapat di muka umum diharapkan dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat.
Dalam menghadapi berbagai dinamika sosial, Polda Kepri mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas keamanan daerah.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi menciptakan iklim investasi yang sehat, menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan Kepulauan Riau yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Kapolda.
Untuk menjaga situasi tetap terkendali, Polda Kepri akan terus meningkatkan patroli rutin, pengamanan objek vital, kegiatan cooling system, deteksi dini, serta koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder terkait.
Polda Kepri juga mengingatkan masyarakat agar terus menjaga persatuan dan kesatuan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing. Layanan Kepolisian 110 dapat dihubungi selama 24 jam untuk menerima laporan maupun permintaan bantuan dari masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Polda Kepri optimistis stabilitas keamanan di Batam dan Kepulauan Riau tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan investasi dapat berjalan dengan baik. (*)
Sumber Humas Polda




























