
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Karimun terus memperluas upaya promosi investasi ke tingkat internasional.
Kali ini, BP Kawasan Karimun memaparkan berbagai potensi investasi unggulan di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun kepada sejumlah perwakilan negara Timur Tengah dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta.
Dalam presentasinya, BP Kawasan Karimun memperkenalkan berbagai sektor strategis yang siap dikembangkan bersama investor, mulai dari industri manufaktur, logistik dan kepelabuhanan, energi, pariwisata, hingga pengembangan kawasan.
Pertemuan tersebut dihadiri Head of Economic Affairs Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) Mera Al-Azeezi, Economic Affairs Kedutaan Besar UEA Roselen Fortune, Second Secretary Kedutaan Besar Kuwait, serta perwakilan Kedutaan Besar Yordania Muhammad Munir.
Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala Penghubung Provinsi Kepulauan Riau di Jakarta Sentot Faisal, Kepala BP Kawasan Karimun Agusnawarman, Wakil Kepala BP Kawasan Karimun Iwan Kurniawan, Kepala Bidang Promosi Nuzur Akbar, serta staf BP Kawasan Karimun Fikri.
Kepala BP Kawasan Karimun Agusnawarman mengatakan, pertemuan ini merupakan langkah konkret untuk memperkenalkan peluang investasi di kawasan FTZ Karimun kepada komunitas internasional sekaligus memperkuat hubungan dengan negara-negara Timur Tengah.
“Hari ini kami bertemu dengan perwakilan kedutaan besar dari sejumlah negara Timur Tengah. Materi yang kami paparkan menampilkan berbagai lokasi dan proyek potensial yang siap dikembangkan bersama investor,” ujar Agusnawarman, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, komunikasi yang terjalin melalui pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama investasi yang lebih luas di masa mendatang.
“Kami berharap hubungan dengan negara-negara Timur Tengah semakin erat sehingga mampu membuka peluang investasi baru bagi Kabupaten Karimun,” katanya.
“Posisi FTZ Karimun juga semakin kuat sebagai kawasan investasi yang kompetitif, baik di tingkat regional maupun internasional,” tambah Agusnawarman.
Agusnawarman mengungkapkan, para perwakilan kedutaan menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap potensi investasi yang dipresentasikan.
Bahkan, mereka berencana menjadwalkan kunjungan langsung ke Kabupaten Karimun untuk melihat peluang investasi yang tersedia.
“Alhamdulillah, mereka sangat tertarik dan berencana berkunjung ke Karimun untuk mempelajari lebih lanjut berbagai peluang investasi yang kami tawarkan,” ungkapnya.
Ia menilai, letak geografis Karimun menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor. Kabupaten Karimun berada di jalur strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand, serta berada di kawasan Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran dan perdagangan internasional tersibuk di dunia.
“Selain itu, keberadaan sejumlah perusahaan multinasional yang telah lama beroperasi di kawasan FTZ Karimun, seperti Saipem dan Oiltanking, turut menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan calon investor,” imbuhnya.
Keberadaan perusahaan-perusahaan besar yang telah lebih dahulu berinvestasi di Karimun, kata Agusnawarman, menjadi bukti bahwa, kawasan tersebut memiliki prospek yang menjanjikan. Hal ini menjadi nilai plus dalam menarik minat investor baru.
Terkait sektor investasi yang paling diminati oleh negara-negara Timur Tengah, Agusnawarman mengatakan, pembahasan tersebut masih akan didalami oleh masing-masing perwakilan kedutaan bersama pemerintah negara mereka sebelum memasuki tahap penjajakan kerja sama yang lebih konkret.
Melalui langkah promosi ini, BP Kawasan Karimun berharap kawasan FTZ Karimun semakin dikenal di pasar global dan mampu menarik lebih banyak investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mampu meningkatkan lapangan pekerjaan serta penguatan daya saing Kabupaten Karimun sebagai pusat investasi strategis di kawasan barat Indonesia,” tutup Agusnawarman.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























