
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, menggelar kampanye keselamatan pelayaran bagi nelayan, dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Nelayan Leho, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing tersebut diisi dengan sosialisasi keselamatan pelayaran serta pembagian ratusan life jacket dan E-Pass Kecil kepada nelayan.
Plt Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Muhammad Syaiful, menjelaskan, kampanye keselamatan pelayaran bukan hanya dilakukan pada momentum Harhubnas, tetapi merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan pihaknya.
Menurutnya, KSOP Karimun sebelumnya telah melakukan sejumlah kegiatan keselamatan, di antaranya pemeriksaan atau ramp check terhadap kapal penumpang serta sosialisasi keselamatan kepada nakhoda dan awak kapal.
“Jadi bukan hanya saat Harhubnas saja kampanye keselamatan pelayaran ini kami gelar. Jauh sebelum ini kami sudah beberapa kali melaksanakannya, termasuk melakukan ramp check kapal-kapal penumpang serta sosialisasi kepada nakhoda dan awak kapal di Pelabuhan Selat Beliah dan Pelabuhan Sri Tanjung Gelam,” terang Syaiful.
Ia mengungkapkan, pembagian life jacket kepada nelayan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang beraktivitas di laut.
Syaiful mengingatkan para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran, serta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan dalam kondisi layak digunakan.
“Kami berharap para nelayan dapat mematuhi kondisi cuaca saat berlayar, patuh terhadap aspek keselamatan serta mempersiapkan peralatan keselamatan apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan selama melaut,” ungkap Syaiful.
Syaiful menyebut, peringatan Harhubnas menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha transportasi laut, nelayan dan seluruh insan maritim.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan aktivitas pelayaran yang semakin aman, tertib dan mengutamakan keselamatan.
“Harhubnas ini merupakan momentum untuk sama-sama bersinergi, khususnya antara insan maritim. Sehingga ke depan dapat terus berkolaborasi dan bekerja sama demi aspek keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Selain kampanye keselamatan, KSOP Karimun juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial dalam rangka Harhubnas, di antaranya pembagian buku pelaut secara gratis dan sembako kepada para nelayan.
Peringatan Harhubnas tahun ini, lanjut Syaiful, juga dilaksanakan dalam suasana duka menyusul insiden yang dialami KM Virgo Transport 8.
“Karena itu, sesuai instruksi pimpinan, jajaran KSOP diminta lebih mengedepankan kegiatan yang berkaitan dengan kampanye keselamatan pelayaran dan tidak melaksanakan perayaan secara berlebihan,” pungkasnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Gerakan Peduli Nelayan Karimun Kepulauan Riau (GPNKK), Raja Khairuddin, mengapresiasi langkah KSOP Karimun yang memberikan perhatian terhadap keselamatan nelayan.
Ia menilai bantuan life jacket sangat bermanfaat bagi nelayan, terlebih kondisi cuaca di laut yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Menurut kami kegiatan ini sangat positif. Apalagi saat ini kondisi cuaca di laut kadang ekstrem. Jadi bantuan-bantuan ini sudah sangat tepat diberikan karena nelayan sangat memerlukan ini,” ucap Khairuddin.
Selain perlengkapan keselamatan, Khairuddin juga berharap pelayanan pengurusan E-Pass Kecil bagi nelayan dapat terus ditingkatkan dan dipermudah.
Menurutnya, E-Pass Kecil memiliki manfaat penting bagi nelayan, salah satunya dalam mendukung kebutuhan operasional kapal, termasuk dalam proses pembelian bahan bakar.
“E-Pass Kecil ini juga sangat membantu nelayan, terutama untuk pembelian bahan bakar bagi kapal nelayan. Kami berharap KSOP Karimun dapat semakin mempermudah nelayan dalam pengurusan E-Pass Kecil sehingga mereka semakin terbantu,” tuturnya.
Kampanye keselamatan tersebut kata Khairuddin, menjadi perhatian bagi nelayan, keselamatan di laut harus dipersiapkan sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.
Nelayan diimbau untuk mengecek kondisi kapal dan mesin, memastikan life jacket tersedia sesuai kebutuhan, membawa perlengkapan keselamatan lainnya serta memperhatikan informasi cuaca sebelum berangkat.
“Dengan persiapan yang baik dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan pelayaran, risiko kecelakaan di laut diharapkan dapat ditekan, sehingga aktivitas nelayan dapat berlangsung dengan lebih aman,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis






























