
WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengajak masyarakat dan pemerintah desa kembali menggali serta melestarikan permainan rakyat sebagai bagian dari warisan adat dan budaya daerah.
Pesan tersebut disampaikan Aneng saat membuka Festival Permainan Rakyat di Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah, Tarempa, Kecamatan Siantan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Aneng, permainan rakyat yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kini mulai jarang ditemukan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena permainan tradisional merupakan bagian dari identitas dan kebudayaan masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mencontohkan sejumlah permainan rakyat seperti selobang dan tarik-tarik upe yang dahulu dikenal dan dimainkan sejak kecil, tetapi kini semakin jarang ditemui.
“Jangan sampai nama budaya dan adat yang ada di daerah kita hilang. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujar Aneng.
Desa Diminta Gali Permainan Khas
Aneng meminta setiap desa di Kabupaten Kepulauan Anambas aktif mencari dan mendata permainan rakyat yang menjadi ciri khas wilayah masing-masing.
Dengan jumlah 52 desa dan dua kelurahan, menurutnya, potensi permainan rakyat yang dapat digali sangat besar. Jika setiap desa memiliki satu permainan khas, setidaknya dapat ditemukan lebih dari 50 jenis permainan tradisional.
“Kalau satu desa punya satu permainan, berarti ada 52 permainan. Kalau masing-masing punya dua, bisa lebih dari 100 permainan yang dapat kita kumpulkan,” katanya.
Ia meminta permainan rakyat yang masih ada maupun yang mulai terlupakan untuk dicari kembali, termasuk berbagai bentuk seni dan tradisi yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Anambas.
Pendataan tersebut dinilai penting agar permainan rakyat tidak hanya menjadi kenangan generasi terdahulu, tetapi dapat dikenalkan kembali kepada anak-anak dan generasi muda.
Cari Permainan yang Jadi Kekhasan Anambas
Bupati Aneng mengatakan tidak semua permainan rakyat harus menjadi identitas tunggal suatu daerah. Sejumlah permainan seperti gasing, misalnya, juga dikenal di berbagai daerah.
Karena itu, ia mendorong masyarakat lebih fokus menggali permainan yang memiliki karakteristik dan sejarah yang kuat di daerah masing-masing.
Ia menyebut kubang atau kubang kekasan Anambas sebagai salah satu contoh permainan yang dapat diangkat sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Menurutnya, daerah lain seperti Lingga dan Karimun juga memiliki permainan khas yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat setempat.
“Yang perlu kita cari adalah permainan yang tidak umum dan menjadi kekhasan masing-masing daerah,” ujarnya.
Pemkab Anambas Siap Dukung Pelestarian Budaya
Aneng menegaskan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas siap memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian adat, seni dan budaya daerah.
Menurutnya, kebudayaan merupakan warisan yang harus diteruskan dari generasi ke generasi. Jika tidak dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda, berbagai tradisi dan permainan rakyat berpotensi semakin pudar.
“Budaya merupakan warisan yang akan diturunkan sampai kepada anak cucu. Oleh karena itu, budaya tidak boleh hilang dan tidak boleh pudar dari bumi yang kita tempati,” tegasnya.
Ia juga menilai kebudayaan memiliki hubungan erat dengan kebersamaan masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh dalam berbagai tradisi menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan.
Karena itu, Aneng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjunjung tinggi dan menghormati budaya daerah.
“Dari kebudayaan dan kebersamaan itu ada hubungan yang tidak terpisahkan. Karena itu, budaya harus kita junjung tinggi, kita hormati, dan pemerintah wajib turut melestarikannya,” pungkasnya. (*)
Kiriman Rama



























