
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Olahraga mini motorcross di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata olahraga atau sport tourism.
Antusiasme masyarakat yang menyaksikan aksi para pembalap cilik di Sirkuit Family 757, Jalan Coastal Area, menjadi salah satu indikasi besarnya minat terhadap olahraga tersebut.
Saat sesi latihan yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026) tersebut, sejumlah masyarakat tampak memadati pinggiran sirkuit untuk menyaksikan aksi para pembalap cilik yang menunjukkan kemampuan dan keberanian mereka mengendarai sepeda motor di lintasan.
Koordinator sekaligus Kepala Sirkuit Family 757, Jiai, mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat bukan hal baru.
Setiap akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu, sirkuit tersebut rutin menjadi tempat latihan para pembalap mini motorcross dari berbagai tim.
“Biasanya pembalap cilik ini setiap hari Sabtu dan Minggu memang rutin menggelar latihan di sirkuit ini. Setiap mereka latihan, masyarakat yang datang untuk menyaksikan juga cukup ramai,” ujar Jiai.
Ia menjelaskan, sejumlah tim balap menjadikan sirkuit tersebut sebagai tempat pembinaan pembalap cilik kategori minimoto berusia 6 hingga 14 tahun.
“Selain pembalap usia dini, beberapa pembalap senior dan remaja yang telah berpengalaman juga turut berlatih di lokasi tersebut,” katanya.
Menurutnya, keberadaan sirkuit dan aktivitas latihan rutin ini menjadi modal penting untuk mengembangkan olahraga mini motorcross.
“Sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Karimun,” pungkasnya.
Antusiasme masyarakat yang terus meningkat dinilai mampu membuka peluang bagi mini motorcross untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata olahraga di Kabupaten Karimun.
Hal tersebut disampaikan Morry, salah satu koordinator tim Karimun Bertuah Racing Garage, yang turut berlatih di Sirkuit Family 757 Karimun.
“Kalau melihat antusiasme masyarakat yang menyaksikan, saya kira ide yang sangat bagus jika mini motorcross ini dijadikan sport tourism,” tutur Morry.
Ia menilai, pengembangan sport tourism mini motorcross tidak hanya berpotensi menarik wisatawan dari luar daerah, tetapi juga memberikan ruang bagi pembalap cilik untuk mengasah mental, meningkatkan kemampuan, serta mendapatkan pengalaman bertanding.
“Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga berpeluang memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Kehadiran penonton, peserta dari luar daerah, hingga penyelenggaraan kejuaraan berpotensi mendorong aktivitas usaha masyarakat, seperti kuliner, penginapan, dan sektor jasa lainnya,” ucap Morry.
Morry menyebut, para pembalap cilik yang berlatih di sirkuit tersebut rata-rata telah memiliki pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan dan event, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Para pembalap cilik yang latihan di sirkuit ini rata-rata sudah punya jam terbang. Mereka sering mengikuti kejuaraan dan event, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ungkapnya.
Potensi yang ada saat ini kata Morry, tentunya harus terus digali, sehingga tidak menutup kemungkinan akan lahir pembalap handal dari Karimun yang mampu berlaga di tingkat nasional bahkan internasional.
“Mini motorcross di Kabupaten Karimun dapat terus berkembang melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan, peningkatan fasilitas, serta dukungan berbagai pihak,” ungkapnya.
Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mendorong pengembangan olahraga ini, baik melalui dukungan terhadap fasilitas sirkuit, penyelenggaraan event, maupun promosi sebagai salah satu potensi wisata olahraga daerah.
“Menjadi harapan kami juga mini motorcross ini bisa terus berkembang di Kabupaten Karimun. Kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak, terutama Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, karena besarnya potensi yang dimiliki olahraga ini,” sebut Morry.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan masyarakat, mini motorcross di Karimun diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembinaan atlet muda, tetapi juga berkembang menjadi atraksi wisata olahraga.
“Sehingga mampu memperkuat daya tarik Kabupaten Karimun sebagai destinasi wisata di Kepulauan Riau,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis



























