Home Karimun HUT ke-26 LAM Karimun: Perkuat Sinergi Lestarikan Budaya Melayu

HUT ke-26 LAM Karimun: Perkuat Sinergi Lestarikan Budaya Melayu

Lembaga Adat Melayu (LAM) Karimun, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk melestarikan budaya di era modern melalui pelestarian seni, tradisi, dan pemberian penghargaan bagi para tokoh pelestari budaya.(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Memasuki usia ke-26 tahun, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat serta budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.

Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Jadi ke-26 LAM Karimun yang digelar melalui acara syukuran di Balai Adat Karimun, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya Melayu serta pemberian penghargaan kepada tokoh dan kelompok yang dinilai berjasa dalam pelestarian adat dan budaya.

Ketua LAM Karimun, Muhammad Firmansyah, menjelaskan, peringatan hari jadi tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang selama ini berkontribusi menjaga eksistensi adat dan budaya Melayu.

“Salah satu pertunjukan yang ditampilkan adalah seni bela diri silat yang mengangkat kisah sejarah peristiwa 1 Mei 1828, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Karimun Darussalam,” terang Firmansyah.

Selain pertunjukan seni, LAM Karimun kata Firmansyah juga menyerahkan piagam penghargaan serta memberikan penganugerahan pingat dan sijil kepada sejumlah tokoh, organisasi, maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pelestarian budaya Melayu.

“Selain kegiatan seremonial, kita menampilkan pertunjukan seni bela diri silat yang bercerita tentang peristiwa bersejarah pada tanggal 1 Mei 1828. Kita juga memberikan penganugerahan pingat maupun sijil kepada orang-orang atau kelompok yang dianggap berkompeten dalam menjaga adat dan budaya Melayu,” ungkap Firmansyah.

Dalam momentum tersebut, LAM Karimun mencatat sejarah dengan memberikan gelar adat untuk pertama kalinya kepada Panglima Hulubalang LAM Karimun, Risdyansyah, dengan gelar Datok Indera Perkasa Setia Negeri.

Firmansyah berharap penganugerahan gelar adat tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan peran Hulubalang LAM dalam menjaga marwah adat Melayu, sekaligus membangun kerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) guna mendukung keamanan dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Karimun.

“Kami berharap gelar adat yang diberikan ini dapat memacu semangat Hulubalang sebagai tonggak untuk bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Karimun demi menjaga keamanan dan menciptakan kondusivitas,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi ke-26 LAM Karimun.

“Kami berharap lembaga adat tersebut semakin aktif menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga nilai-nilai budaya, moral, dan marwah Melayu,” harap Bupati.

Menurut Iskandarsyah, hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan LAM Karimun yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat agar upaya pelestarian budaya dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Di usia ke-26 tahun ini, mudah-mudahan LAM Karimun bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, terutama untuk menjaga moral dan marwah Melayu. Kerja sama yang sudah terjalin selama ini perlu kita perkuat dan teguhkan lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelestarian budaya Melayu juga menjadi bagian dari arah pembangunan Kabupaten Karimun periode 2025–2030, yakni mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berbudaya.

“Salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah adalah penerbitan surat edaran kepada sekolah-sekolah terkait penggunaan bahasa Melayu,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengenalan bahasa daerah kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap identitas budaya Melayu.

“Ke depan, Pemerintah Kabupaten Karimun juga membuka ruang bagi LAM untuk memberikan masukan dan rekomendasi terkait program pelestarian budaya, termasuk upaya penerapan nilai-nilai adat dan bahasa Melayu di lingkungan pendidikan maupun kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

“Kami juga membutuhkan masukan dari LAM Karimun terkait bagaimana penerapan pelestarian budaya Melayu ke depan agar semakin baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Iskandarsyah.

Peringatan HUT ke-26 LAM Karimun ini lanjut Bupati, sebagai momentum pelestarian adat dan budaya bukan hanya tanggung jawab lembaga adat, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas budaya, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui sinergi yang kuat, nilai-nilai luhur Melayu diharapkan tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi tetap hidup, dipahami, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Bumi Berazam,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri