Home Berita Utama 28 Supir Truk Asal Tanjungpinang Merasa Ditipu PT SP di Natuna

28 Supir Truk Asal Tanjungpinang Merasa Ditipu PT SP di Natuna

PANBIL MALL   Grand Mercure Batam
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Pelaksanaan pembangunan proyek bandara di Ranai Natuna mendapat keluhan dari pekerja yang didatangkan.
Dalam kiriman tulisan dari seseorang di Tanjungpinang yang diterima Redaksi WartaKepri.co.id, pada Sabtu,(1/10/2016).‎ menjelaskan tentang keluhan 28 supir yang merasa telah ditipu oleh manajeman PT SP yang meminta mereka ke Ranai Natuna.‎

Dijelaskan narasumber WartaKepri ini, para supir yang rata-rata berasal dari Kota Tanjungpinang di perlakuan yang sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada awal kontrak.‎

Seperti diutarakan Kijan, salah seorang supir mengungkap kalau saat awal penandatanganan kontrak, para sopir akan difasilitasi seluruhnya oleh perusahaan. Baik itu akomodasi, transportasi, konsumsi dan sebagainya.

” Pada intinya, kami para sopir merasa telah ditipu oleh pihak perusahaan. Apa yang dijanjikan sebelum kami berangkat kesini, sama sekali tidak kami dapatkan. Waktu di Tanjungpinang, bilangnya semua keperluan kami akan ditanggung. Tapi kenyataannya tidak demikian,” kata Kijan.

Kijan menegaskan, setelah sampai di Ranai, prakteknya tidak sesuai dengan apa yg dijanjikan. Semua biaya transportasi, akomodasi, konsumsi dan bahkan sampai biaya parkir truk sekalipun dibebankan kepada pihak sopir. Oleh sebab itu para sopir ini merasa benar-benar telah ditipu.

Parahnya lagi, lanjut Kijan, bahkan sampai di Ranai mereka langaung disodori catatan hutang yang harus dibayar oleh para sopir sebesar Rp1.425.000/truk/hari. Dana tersebut untuk membayar biaya makan, penginapan, transportasi dan sebagainya.

“Kalo ditotal-total ya Rp1.425.000 itu yang harus kita bayar untuk per truk per harinya. Sementara kami makan sehari dua kali yang kalo dirupiahkan Rp30.000 rupiah per hari. Dan kami pun tidurnya hanya dikasih alas tikar,” jelas Kijan bernada kecewa.

Kijan bersama rekannya yang lain menginginkan agar pihak perusahaan komitmen dengan apa yang dijanjikan diawal kontrak kerja sama. Apalagi mereka saat ini sudah berada di Ranai dan truk milik mereka juga sudah diseberangkan menggunakan tongkang.

“Kami dari Tanjungpinang berangkat sejak 17 September,” jelas Kijan.  

Sampai berita ini diturunkan pihak kontraktor diduga telah merugikan para pekerja dan supir belum dapat dikonfirmasi media.(*)

Tulisan kiriman BS ‎
Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp