Kapal KM Diandra Tenggelam Karena Tabrakan Diri dan Nahkoda Ballpres Hilang

248

WARTAKEPRI.co,id, KARIMUN – Kantor Wilayah Khusus DJBC Kepri kembali mempulikasikan hasil tangkapan empat kapal yang menyelundupkan ribuan ton bawang merah asal Malaysia serta barang seken jenis Pakai Bekas. Dari hasil penangkapan empat kapal ini pihak Bea dan Cukai menilai Rp 2,42 Miliar dan menahan 14 orang ABK dan nahkoda.

Kepada Wartawan, Kepala Kanwil DJBC Karimun Parjiya menjelaskan penangkapan ke empat kapal penyelundup ini dimana satu kapal tenggelam oleh Nahkoda kapal terjadi pada tiga waktu yang berbeda. Tangkapan dilakukan anggota BC saat patroli 6 November satu kali, pada 8 November dua kali dan pada 12 November satu kali.

” Tiga kapal berhasil diamankan ke pelabuhan kita, sedangkan satu kapal KM Diandra yang mengangkut bawang tenggelam karena menabrakan diri ke kapan petugas kami. Khusus untuk kapal yang tenggelam ada empat orang, dan nahkoda dan satu ABK berhasil diamankan. Sedangkan barang bukti bawang diselamatkan cuma tiga karung,” kata Parjiya didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC R Evy dan Winarko DS, selaku Kabid Penyelidikan BC Karimun, Selasa (15/11/2016) di Kantora Kanwil DJBC Karimun.

Khusus pada penangkapan tanggal 8 November 2016, kapal patroli Bea Cukai Kepri menindak dua kapal selundupan. Kapal pertama KM Diandra yang tenggelam dan satu lagi kapal KM Sumber Baru mengangkut 335 karung pakain bekas.

Berikut data kapal dan kronologis penangkapan.

2. KM Diandra Tenggelam

Penangkapan kapal KM Diandra dilakukan pada 8 November 2016 sekira pukul 08.50 WIB pagi diperairan Bantan Tengah oleh Kapal Patroli BC-9004. Kapal ini dicegah karena mambawa Bawang merah dari Batu Pahat Malaysia, dengan tujuan Bengkalis tanpa dilengkapi dokumen pelindung yang sah. Selanjutnya Muatan beserta ABK dibawa dan diperiksa di Kantor Wilayah DJBC Kepri di Karimun.

KM Karya Sakti ini dinahkodai oleh RO dengan 4 orang ABK. Total barang bawaan bawang sebanyak 3,6 ton dengan jumlah bawang 400 Karung dimana perkarung seberat 9 kilogram. Perkiraan nilai barang kurang lebih Rp 108 juta dengan asumsi harga bawang Rp 30.000 per kilo. Kerugian negara secara material Rp 31,32 juta.

Atas penangkapan ini, pihak Bea Cukai melakukan penyidikan tindak pidana kepabeanan, dengan pelanggaran dugaan pasal 102 huruf, dengan sanksi denda sebesar Rp 15 juta. Lalu menetapkan muatan barang sebanyak 3 karung disita dan dikuasi negara.

3. KM Sumber Baru

Penangkapan kapal KM Sumber Baru dilakukan pada 8 November 2016 sekira pukul 04.30 WIB pagi di perairan Gosong Tambuntulang oleh Kapal Patroli BC-20010. Kapal ini dicegah karena mambawa Pakaian Bekas dari Port Klang Malaysia, dengan tujuan Tanjung Bakau Asahan Medan tanpa dilengkapi dokumen pelindung yang sah.

Khusus KM Sumber Baru ini, Nahkoda Kapal hilang karena saat dilakukan penindakan loncat ke laut. Hingga saat dipublikasi ke media, sang nahkoda tidak dijumpai. Selanjutnya Muatan beserta ABK dibawa dan diperiksa di Kantor Wilayah DJBC Kepri di Karimun.

KM Sumber Baru ini dinahkodai tidak diketahui namun ada 4 orang ABK. Total barang pakaian bekas sebanyak 335 ball. Perkiraan nilai barang kurang lebih Rp 971.5 juta. Kerugian negara secara immaterial menggangu perekonomian dan industri serta kesehatan dalam negeri.

Atas penangkapan ini, pihak Bea Cukai menetapkan muatan barang sebanyak 3 karung disita dan dikuasi negara. Lalu, untuk ABK KM Sumber Baru yang terjun masih dilakukan pencarian dengan koordinasi dengan KPPBC Teluk Nibung mencari keberadaan Sdr UL selaku Nahkoda dan Sdr MY yang diduga selaku pengurus muatan.
4. KM Tanpa Nama

Penangkapan Kapal KM Tanpa Nama dilakukan pada 12 November 2016 sekira pukul 22.30 WIB malam di perairan Tanjung Sampayan oleh Kapal Patroli BC-20010. Kapal ini dicegah karena mambawa Bawang merah dari Batu Pahat Malaysia, dengan tujuan Bengkalis tanpa dilengkapi dokumen pelindung yang sah. Selanjutnya Muatan beserta ABK dibawa dan diperiksa di Kantor Wilayah DJBC Kepri di Karimun.

Kapal KM Tanpa Nama mengangkut bawang sebanyak 1.853 karung atau sebanyak 16,6 ton. Nilai barang Rp 500 juta lebih dengan kerugian negara sekitar Rp 145 juta lebih.

Dari upaya empat tangkapan ini, semua barang bukti dan Nahkoda kapal diamankan di Gudang Kantor Khusus BC Karimun. (dedy suwadha)

Bersambung : 1015 Ton Minyak Mentah CPO Tangkapan BC Hilang Saat Proses di Kejaksaan Karimun.

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel