WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepulauan Riau bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, dan KSOP, serta instansi vertikal lainnya melakukan akselerasi ekspor hasil produk pertanian berupa bungkil dan air kelapa ke Malaysia, Rabu, (15/07/2020).
Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto menyebut, pandemi Covid-19 yang telah merebak sejak awal 2020 lalu telah memberi dampak pada lesunya perekonomian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
” Walaupun di tengah lesunya ekonomi dunia, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun tetap menggenjot upaya ekspor berbagai industri dengan melakukan kemudahan fasilitasi ekspor, salah satunya ekspor bungkil dan air kelapa,” kata Agus, Kamis (16/7/2020).
Salah satu tugas DJBC sendiri, kata Agus adalah menjamin terselenggaranya perdagangan internasional di bidang ekspor, agar dapat berjalan dengan baik.
“Hal ini sejalan dengan amanat Presiden RI, terkait kemudahan investasi dan cost logistik murah atau yang dikenal dengan istilah Ease of Doing Business (EODB),” imbuhnya.
Agus menambahkan, untuk wilayah Kepulauan Riau, merupakan salah satu daerah yang potensial dari sisi sumber daya Alam, baik itu perikanan maupun pertaniannya. “Disamping hasil tambang yang telah memberi nilai tambah bagi daerah,” papar Agus.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa, sejak tahun 2020 total ekspor untuk produk pertanian dari kelapa mencapai devisa yang tinggi.
“Untuk total devisa ekspor bungkil dan air kelapa mencapai Rp. 20.855.900.000, dengan total 42 Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB),” terangnya.
Dirinya mengungkapkan, Bea dan Cukai Kepulauan Riau telah banyak memfasilitasi kemudahan ekspor. “Diantaranya pada beberapa waktu lalu telah melakukan direct pengurusan dokumen ekspor untuk pengolahan ikan di wilayah Bintan,” kata Rasyid.
Selain itu, menurutnya wilayah Kepri terdapat industri perkebunan seperti sagu, gambir, nanas, dan pisang. Hal ini tentunnya menjadi tugas DJBC Khusus Kepri dan seluruh stakeholder untuk mampu mengakselerasi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
“Agar mampu bersaing ke pasar regional maupun internasional,” ungkap Rasyid.
Dalam mendukung peningkatan ekonomi di bidang ekspor, sinergi beberapa stakeholder yang berkaitan langsung sangat diharapkan. DJBC dan instansi vertikal lainnya seperti Karantina, KSOP, dan tidak kalah pentingnya adalah peran Pemerintah Daerah dalam memberikan kemudahan investasi baik dari sisi penyediaan lahan dan kemudahan perizinan.
Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Karimun sendiri telah melakukan pencanangan industri tangguh Covid-19 pada 9 Juli 2020 lalu. Hal ini sangat diperlukan guna terwujudnya pembangunan ekonomi yang berbasis kekayaan lokal, agar mampu dapat bersaing, baik dari sisi kualitas produk maupun biaya produksi, pada akhirnya akan mampu meningkatkan perekonomian di wilayah Bumi Berazam.(*)
Reporter : Aziz Maulana





























