Aksi Puluhan Warga Desa Pangke Barat Karimun Rebut Jenazah COVID-19 di RSBT Berbuntut Panjang

265
Warga Desa Pangke Barat, Tanjungbalai Karimun berusaha membawa paksa jenazah dari RSBT. (Foto: Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Puluhan warga RT 01/ RW 03 Dusun 2, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau, mendatangi Rumah Sakit Bakti Timah yang terletak di Jalan Canggai Putri, Teluk Uma, Kecamatan Tebing, untuk mengambil paksa atau jenazah salah satu pasien meninggal dunia, yang telah dinyatakan positif COVID-19, Kamis (2/9/2021).

Sejumlah warga yang datang ke rumah sakit tersebut berasal dari keluarga pasien berinisial TM (75).

Warga menjemput dan membawa paksa jenazah saat berada di RSBT, dengan menggunakan satu unit bus, dua unit kendaraan mobil, dan enam kendaraan bermotor roda dua.

PKP HIMALAYA

Salah satu kerabat pasien, Abdul Syukur (51) mengatakan, pengambilan paksa jenazah berawalan dari tidak terimanya pihak keluarga, atas pernyataan dari pihak RSBT, bahwa pasien positif COVID-19.

Karena sebelumnya pasien dibawa keluarga menuju RSBT sekitar pukul 11.00 WIB, dan langsung menuju ke IGD dengan keluhan sesak nafas. Dan pihak keluarga pun kaget, pasien telah dinyatakan telah meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB.

“Kami dari keluarga pasien tidak terima, bahwa pasien telah dinyatakan positif COVID-19. Ditambah lagi dengan pelayanan dari pihak RSBT, yang terkesan tidak terbuka, dan mengulur-ngulur waktu,” kata Syukur, Jum’at (3/9/2021).

BACA JUGA Bersama Menhub Gubernur Ansar Bahas Infrastruktur Pelabuhan dan Bandara di Karimun serta Natuna

Tidak hanya itu saja, kata Syukur pihak RSBT telah mengabaikan (mempersulit) pihak keluarga yang ingin mengambil jenazah, serta pihak keluarga sulit berkomunikasi dengan RSBT.

“Kami hanya jumpa dengan pihak keamanan (sekuriti), dipersulit untuk mengambil jenazah. Semula kami menerima, akan tetapi justru diperparah dengan perlakuan (tanggapan) dari RSBT yang mengecewakan,” paparnya.

Syukur menambahkan, salah seorang petugas RSBT sendiri menyebut bahwa jenazah terdapat di lantai dasar, setelah dilakukan pengecekan ternyata jenazah tidak ada.

“Pihak keluarga semakin emosi, karena merasa dipermainkan, dan akhirnya berhasil menemukan jenazah dengan cara mendobrak pintu, pada ruangan berbeda,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait peristiwa pengambilan paksa jenazah COVID-19, Humas RSBT, Said Sabirin tidak menyangka jika massa datang dan membawa paksa jenazah.

“Dan sudah disampaikan kepada pihak keluarga, dan keluarga pun sudah dapat menerima. Akan tetapi secara tiba-tiba saja datang warga dalam jumlah yang banyak, dan tidak tau misi mereka ini apa,” kata Said.

Bahkan dirinya juga menegaskan, untuk pemulasaran jenazah sudah sesuai prosedur yang berlaku.

“Mulai dari memandikan dan lainnya, sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” paparnya.(*)

Sumber : Aman

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel