Tertipu Jual Beli Online, Kapolsek Sekupang Ingatkan Masyarakat Waspada

258
Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana.

FANINDO

BATAM – Seorang warga Tanjung Riau Sekupang, Batam menjadi korban penipuan melalui layanan online shop di sebuah laman media sosial.

Wahyudi, tak menyangka kalau transaksi jual beli online yang dilakukannya berujung penipuan. Iapun mengalami kerugian ratusan ribu rupiah.

“Baru pertama kali beli online sudah kena tipu. Kemarin saya beli sofa di facebook seharga Rp 250 ribu. Uang sudah dikirim, tapi barangnya tidak kunjung datang,” ujar Wahyudi, Selasa (27/9/2022).

Awalnya Ia tertarik dengan salah satu postingan jual beli online di salah satu platform media sosial. Setelah harga disetujui ia tanpa ragu membayar sejumlah uang yang telah disepakati. Saat itu penjual online shop berjanji akan mengirim barang tersebut paling lambat 3 hari.

“Sudah dua minggu, sofa yang saya beli tak kunjung datang,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah menunggu tanpa kejelasan, ia berinisiatif menghubungi online shop tersebut. Namun saat itu penjual beralasan barang tersebut tengah ditahan pihak Bea Cukai.

“Saya gak ngerti juga pak, tiba-tiba barang yang saya beli ditahan Bea Cukai,” ungkap Wahyudi.

Tak berselang lama, Ia kemudian dihubungi oleh seseorang yang mengatasnamakan bea cukai. Ia diminta membayar Rp 1 juta karena dituduh menggelapkan barang cukai. Jika tidak dibayar maka ia akan dijemput oleh petugas Bea Cukai.

“Saya juga heran tiba-tiba dituduh melakukkan penggelapan, apa yang saya gelapkan,” kesalnya.

Merasa tidak melakukan kesalahan, Wahyudi selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Sekupang. Saat dicek ternyata nomor yang menghubungi bukan dari Bea Cukai melainkan dari daerah di luar Kepri dan petugas kepolisian pun memastikan jika ini adalah kasus penipuan.

“Untung belum saya kirim uangnya, kalau gak sudah rugi banyak,” sebut Wahyudi.

Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana mengatakan, banyak modus yang dilakukan pelaku penipuan. Mulai dari pencatutan nama hingga pihak yang mengatasnamakan dari instansi pemerintah.

“Kami imbau masyarakat lebih hati-hati membeli belanja online. Jangan tergiur dengan harga murah, segera lakukan cross check,” kata Kompol Yudha.

Ia menambahkan, umumnya pelaku penipuan bermodus online shop menjual barang dengan harga di bawah pasaran. Setelah transaksi dilakukan, biasanya pelaku akan berkelit meminta uang tambahan dengan alasan barang tersebut ditahan oleh Bea Cukai.

Tak hanya itu, calon korban juga umumnya diancam oleh penipu yang mengaku petugas Bea Cukai dan diperintahkan untuk segera mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi.

“Karena kejadian ini sudah berulang kali, kami imbau masyarakat lebih berhati-hati lagi dalam transaksi jual beli online. Paling penting jangan mudah percaya apalagi mengirim uang,” pungkas Kapolsek. (*)

Editor: Yusuf Riadi

Honda Capella