BAP Tersangka MFS Kasus Halimah Kelar, Hasil Labfor Tak Kunjung Keluar

Koordinator Kuasa Hukum keluarga korban, Dr Parningotan Malau dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Rogate Batam, bersama tim 15.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kasus kematian Halimah (31), janda beranak empat yang tewas mengenaskan di Perumahan Sinar Indah 1, blok I nomor 2 RT 04 RW 07 Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepri, terus bergulir.

Tewasnya Halimah pertama kali ditemukan oleh anaknya di dalam kamar, dengan luka memar di sekujur tubuhnya pada Sabtu (17/2/2024) lalu.

Koordinator Kuasa Hukum keluarga korban, Dr Parningotan Malau dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Rogate Batam mengatakan, terdapat beberapa poin hasil audiensi kedua bersama Denpom 1/6 Batam yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 Juni 2024, pukul 14.00 WIB.

KPU KEPRI

Masa penahanan sendiri kini sudah diperpanjang sampai dengan tanggal 11 Juli 2024 dan merupakan perpanjangan penahanan yang keempat.

“Tim 15 sebagai kuasa hukum Karbini selaku orang tua kandung Halimah, berjumpa langsung dengan Capt. CPM Mayhandri, Letda CPM Abdullah, Letda CPM Fajri, untuk mengetahui perkembangan kasus kematian tersebut,” ujar Dr Parningotan Malau, Jum’at (14/6/2024).

Parningotan menambahkan, terdapat beberapa poin penting hasil dari pertemuan dengan Denpom Batam.

“Diantaranya saat ini perkembangan proses penanganan perkara tersangka MFS (24) sudah di BAP,” ucap Parningotan.

Selanjutnya masih kata Parningotan, Denpom Batam hingga saat ini masih menunggu hasil labfor audio visual cctv berikut 4 unit handphone milik korban dan tersangka.

“Kami memberikan tempo waktu seminggu agar hasil tersebut sudah dapat diberikan kepada Denpom Batam,” tutur Parningotan.

Dan apabila dalam waktu seminggu belum juga diberikan, Parningotan menegaskan, maka pihaknya akan menindaklanjuti kembali hasil audiensi kedua ini.

“Informasi terakhir yang didapat dari Letda CPM Fajri, hasil labfor Polda Sumut sudah selesai dilakukan pemeriksaan terhadap cctv berikut 4 unit handphone, namun perlu ditinjau kembali sekaligus mendapat persetujuan dari pimpinan di Polda Sumut,” bebernya.

Untuk itu, Parningotan menyebut, apabila hasil tersebut sudah dikirimkan ke Denpom Batam, maka akan dilakukan BAP lanjutan sehubungan dengan hasil forensik Polda Sumut tersebut.

“Tim 15 tetap komitmen dan konsisten, memandang kasus ini adalah kasus pembunuhan bukan penganiayaan yg mengakibatkan kematian,” tutur Parningotan.

Karena menurutnya, dengan bukti adanya hasil visum yang mengakibatkan tewasnya almarhumah Halimah, diakibatkan karena akibat Pembekapan.

“Apakah pembekapan merupakan penganiayaan tentu saja harus dibuktikan di Pengadilan nantinya,” tegas Parningotan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO