
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun mulai mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang memicu cuaca panas, kemarau panjang dan kekeringan di sejumlah wilayah.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan, pihaknya berencana melaksanakan shalat istisqa dalam beberapa hari ke depan sebagai upaya memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Kita berharap hujan segera turun. Untuk itu, dalam dua atau tiga hari ke depan akan dilaksanakan shalat istisqa,” ujar Bupati, Selasa (31/3/2026).
Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga.
“Pemantauan terhadap sejumlah waduk telah dilakukan untuk mengantisipasi penurunan debit air,” katanya.
Menurut Iskandarsyah, kondisi debit air di beberapa waduk masih relatif aman dan memungkinkan dilakukan distribusi ke wilayah yang mengalami kekurangan air.
“Pemkab Karimun juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda serta dinas dan instansi terkait guna merumuskan langkah penanganan terhadap dampak El Nino,” imbuhnya.
“Termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan yang mulai meningkat,” tambah Bupati.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah daerah berharap, dampak kekeringan dan krisis air bersih dapat diminimalkan serta kondisi tetap terkendali.
“Melalui langkah tersebut, Pemkab Karimun berharap agar dampak kekeringan dan krisis air bersih dapat diminimalisir serta kondisi tetap terkendali,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis






























