WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Kualitas udara di Kota Tanjungpinang menunjukkan tren peningkatan polusi. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), konsentrasi partikel halus PM2.5 naik dari 17,5 mikrogram per meter kubik pada 4 September 2026 menjadi 24,9 mikrogram pada pengukuran terbaru.
Meski naik hampir 42 persen dalam sepekan, kualitas udara masih berada pada kategori sedang.
Kategori sedang artinya udara masih dapat diterima untuk aktivitas normal, namun kelompok yang sensitif terhadap polusi sudah bisa merasakan dampaknya.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan PM2.5 adalah partikel sangat kecil yang bisa masuk jauh ke dalam paru-paru. Karena ukurannya di bawah 2,5 mikron, partikel ini tidak bisa disaring oleh hidung dan tenggorokan.
“Anak-anak, lansia serta orang dengan riwayat penyakit jantung atau paru-paru sebaiknya mulai berhati-hati jika beraktivitas lama di luar ruangan,” ujar Rustam.
Menurut Rustam, ada dua langkah pencegahan yang bisa dilakukan warga.
Pertama, saat di luar rumah. Kelompok rentan disarankan memakai masker yang mampu menyaring partikel halus seperti KF94 atau N95, bukan masker kain biasa. Jika saat berolahraga atau bekerja di luar mulai terasa sesak atau tidak nyaman di dada, segera kurangi aktivitas.
“Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus. Saat beraktivitas mulai terasa tidak nyaman pada dada, aktivitas fisik atau olahraga berat sebaiknya dikurangi,” katanya.
Kedua, saat di dalam rumah. Bagi keluarga yang memiliki balita, lansia, atau penderita asma, penggunaan air purifier dengan filter HEPA dapat membantu menurunkan paparan PM2.5 di ruangan.
“Di dalam rumah, penggunaan penjernih udara yang dilengkapi filter HEPA dapat membantu menyaring partikel PM2.5,” tambahnya.
Untuk masyarakat sehat, Dinkes mengimbau agar tetap memantau kondisi udara harian sebelum berolahraga pagi. Selain itu, hindari membuka jendela terlalu lama saat jam lalu lintas padat, dan jaga daya tahan tubuh dengan cukup air putih dan asupan vitamin.
“Untuk masyarakat yang sehat, sebelum berolahraga atau beraktivitas lama di luar ruangan, cek dulu tingkat polusi terkini,” tutup Rustam. (Yadi)































