Home Batam BI Kepri Nilai Dampak Ekonomi Perang Iran akan Pengaruhi Industri Ekspor dan...

BI Kepri Nilai Dampak Ekonomi Perang Iran akan Pengaruhi Industri Ekspor dan Impor di Batam

BI Kepri Nilai Dampak Ekonomi Perang Iran akan Pengaruhi Industri Ekspor dan Impor di Batam
Kepala BI Kepri dalam kegiatan Bincang Bareng Media Bank Indonesia Kepri pada Selasa (3/3/2026).
Grand Mercure Batam

– Even Kurma 2026 Hadir Lagi di One Mall Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Penyerangan militer Israel dan Amerika ke Negara Iran menjadi pertanyaan menarik bagi sejumlah media yang hadir dalam kegiatan Bincang Bareng Media Bank Indonesia Kepri pada Selasa (3/3/2026). Prediksi harga minyak dunia akan naik dan mempengaruhui semua sektor usaha di Indonesia, Kepala BI Kepri Rony Widijarto juga menilai jika harga minyak dunia naik, maka harga juga batu bara Indonesia juga akan berimbas naik.

Rony Widijarto menilai dampak perang di wilayah Arab ke Indonesia masih diperhitungkan. Terutama berkaitan dengan Harga minyak dunia. Hal yang berkaitan dengan Harga jual minyak akan merembet ke berbagai sektor dan tentu akan menyedot devisa setiap negeri. Jika harga minyak global meroket, maka efek domino terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia, sulit dihindari.

” Kenaikan harga minyak mentah berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada sisi subsidi energi dan kompensasi BBM. Beban fiskal dapat meningkat signifikan jika pemerintah harus menjaga stabilitas harga bahan bakar dalam negeri,” kata Rony menjawab pertanyaan media.

Tak hanya sektor energi, Rony memprediksi biasa ekspor impor industri juga akan berpengaruh

Selain itu, gejolak geopolitik biasanya turut memengaruhi sentimen pasar keuangan. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset aman (safe haven), sehingga pasar saham di negara berkembang bisa mengalami tekanan. Nilai tukar rupiah juga berpotensi melemah jika terjadi arus modal keluar.

Tapi, kelangkaan Bahan bakar minyak ini, juga menguntungkan bagi industri batu bara di Kalimantan dan Indonesia umumnya. Harga batubara dijual dalam bentuk dollar juga akan melambung tinggi.

” Perusahaan Batubara di Kalimantan akan kecipratan jika Harga minyak dunia naik,”analisa Rony.

@wartakepri Berita Tiktok – BI Kepri Nilai Dampak Ekonomi Perang Iran akan Pengaruhi Industri Ekspor dan Impor di Batam #BankIndonesia #AmerikaSerikat #Iran #Israel #KonflikGlobal #Geopolitik #PolitikAS #wartakepritv #BeritaViral #BeritaTerkini #BIKepri ♬ original sound – WARTAKEPRI TV

Even Kurma 2026 Hadir Lagi

Selain memperkirakan pertumbuhan ekonomi provinsi Kepri tumbuh positif di tahun 2026, dimana penyaluran kredit di sektor properti mulai naik dan dipastikan akan berdampak ke sektor usaha lainnya.

BI Kepri juga memperkirakan sektor UMUK juga akan tumbuh di tahun 2026. Dan salah satu even untuk menciptkan pertumbuhan di Ramadhan 2026 adalah even Karya Kreatif Ramadan (KURMA) 2026 yang berlangsung pada 2–8 Maret 2026 di Batam dan Tanjungpinang.

Rony Widijarto, menyatakan ajang tahunan tersebut menjadi strategi untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan UMKM sekaligus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Kepri.

KURMA 2026 kami arahkan untuk mendorong peningkatan transaksi UMKM dan memperluas adopsi pembayaran digital, termasuk QRIS.

Penyelenggaraan tahun 2026 dipusatkan di One Batam Mall, Batam dan kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, dua titik strategis yang dinilai mampu menjangkau pelaku usaha dan masyarakat secara lebih luas.

BI Kepri membidik pertumbuhan transaksi UMKM sebesar 7,30 persen dibanding realisasi 2025. Selain itu, nilai business matching pembiayaan ditargetkan mencapai Rp2,25 miliar, atau meningkat 2,74 persen secara tahunan.

Di sisi digitalisasi, volume transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) diproyeksikan menembus 40 ribu transaksi dengan total nominal sekitar Rp1,8 miliar selama pelaksanaan acara.

Tak hanya fokus pada transaksi, BI Kepri juga mendorong penguatan rantai nilai halal melalui sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) bagi 10 peserta. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem halal yang terintegrasi di Kepri.

Program literasi ekonomi syariah turut digelar dengan melibatkan 100 peserta, dengan target rata-rata nilai post test mencapai 85. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap prinsip keuangan syariah dan akses pembiayaan berbasis syariah.

Rony menegaskan, target yang dipasang bersifat realistis namun progresif guna memastikan UMKM tidak hanya berkembang dari sisi kualitas produk, tetapi juga dari aspek pembiayaan dan pemanfaatan sistem pembayaran digital.

Rangkaian kegiatan KURMA 2026 meliputi opening ceremony, UMKM Expo/Bazaar, fashion show, tausiyah dan seminar, pasar murah, business matching, kompetisi, pojok layanan, hingga hiburan masyarakat yang diharapkan mendorong perputaran ekonomi selama Ramadan.

Pada penutupan acara, sejumlah pejabat nasional dijadwalkan hadir, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta Gubernur Kepri Ansar Ahmad. BI Kepri optimistis KURMA 2026 dapat menjadi katalis penguatan UMKM, memperluas adopsi QRIS, serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepulauan Riau. (*)

Tulisan : Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 PANBIL MALL