
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Bupati Kabupaten Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan arah kebijakan dan pola kepemimpinannya berlandaskan pada gagasan yang telah ia tuangkan dalam buku berjudul The Glory of the Past.
Menurutnya, buku tersebut memuat visi pembangunan yang menjadi acuan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dalam berbagai kesempatan, Iskandarsyah kerap menyampaikan cita-citanya menjadikan Karimun sebagai daerah yang mampu bersaing dengan kota-kota maju di Asia maupun Eropa.
Gagasan tersebut dinilai sebagian masyarakat sebagai visi yang ambisius, namun ia menegaskan bahwa, seluruh konsep tersebut telah dirumuskan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah.
“Saya sudah menuangkan ide dan gagasan mengenai masa depan Kabupaten Karimun dan Provinsi Kepulauan Riau dalam buku The Glory of the Past. Dengan membaca buku itu, masyarakat akan lebih memahami arah pemikiran dan kebijakan yang saya jalankan,” ujar Bupati, Minggu (19/7/2026).
Buku The Glory of the Past sendiri kata Bupati, mengangkat konsep pembangunan yang terinspirasi dari kejayaan wilayah Kepulauan Riau pada masa lalu. Iskandarsyah menilai, posisi geografis Kepulauan Riau yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka merupakan modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan daerah perlu ditopang oleh beberapa aspek utama, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, penyempurnaan regulasi, penguatan kewirausahaan (entrepreneurship), serta penciptaan iklim investasi yang kondusif,” terang Bupati.
Ia mengatakan, berbagai kebijakan yang saat ini dijalankan Pemerintah Kabupaten Karimun mengacu pada konsep-konsep yang telah dirumuskan dalam buku tersebut.
Iskandarsyah mengungkapkan, tujuan utama kepemimpinannya adalah menciptakan masyarakat yang mandiri melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya kesejahteraan.
“Keberhasilan seorang pemimpin bagi saya adalah ketika masyarakatnya memiliki pekerjaan, penghasilan, dan mampu hidup mandiri. Itulah ukuran kepuasan saya sebagai kepala daerah,” katanya.
Ia juga mengakui, minatnya membaca buku-buku sejarah tokoh nasional seperti Soekarno, Buya Hamka, dan B.J. Habibie menjadi salah satu sumber inspirasi dalam membangun karakter kepemimpinan.
“Sejak memimpin Kabupaten Karimun, pemerintah daerah dihadapkan pada berbagai tantangan, di antaranya efisiensi anggaran, penyelesaian kewajiban tunda bayar, pembenahan badan usaha milik daerah (BUMD), peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta peningkatan kualitas pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan Masyarakat,” beber Bupati.
Menurutnya, proses pembenahan tersebut membutuhkan waktu dan tidak dapat diselesaikan secara instan, membutuhkan proses.
“Kami terus melakukan pembenahan BUMD, meningkatkan PAD, mendorong investasi, menyelesaikan kewajiban tunda bayar, serta menjaga stabilitas inflasi. Semua itu masih terus berproses,” ungkapnya.
Ia menyebut, pembangunan daerah memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain dukungan terhadap program-program pembangunan, partisipasi masyarakat melalui saran, masukan dan kritikan yang membangun, serta pengawasan yang konstruktif juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Karimun dapat diatasi secara bertahap demi meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























