
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan pegawai paruh waktu, harus berdesak-desakan demi mengambil gaji secara manual di kantor BPR Tuah Karimun.
Antrian panjang pun tak terhindarkan. Ruang tunggu yang sempit dan minim kursi membuat sebagian pegawai terpaksa berdiri di luar pintu masuk, bahkan duduk di lantai.
Situasi ini dinilai tidak wajar dan mencerminkan buruknya sistem pengelolaan pembayaran gaji.
Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, menjelaskan antrean terjadi karena sebagian P3K dan paruh waktu masih memilih menarik gaji secara tunai di loket.
“Beberapa sudah lewat transfer, tapi ada juga yang maunya tarik tunai di loket. Dalam satu hari kami harus melayani P3K dan paruh waktu di 25 OPD, makanya antrean lumayan panjang,” ujar Siska Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan, pihak BPR masih menunggu proses digitalisasi yang saat ini dalam tahap pengajuan dan persetujuan.
“Kami masih menunggu proses digitalisasi yang saat ini dalam tahap pengajuan dan persetujuan,” katanya.
Namun, alasan tersebut tak meredam kritik. Anggota DPRD Karimun dari Fraksi NasDem, Eri Januardin, menyebut kebijakan pembayaran gaji melalui sistem manual di BPR sebagai keputusan yang tidak efisien dan menyusahkan pegawai.
“Setiap awal bulan kami selalu menerima keluhan. Ini kebijakan yang tidak efisien dan menyusahkan,” tegasnya.
Menurut Eri, sejak awal kebijakan ini sudah ditolak karena fasilitas serta sarana prasarana BPR dinilai belum memadai untuk menampung lonjakan penerima gaji dalam waktu bersamaan.
Sebagai Sekretaris Fraksi NasDem, ia mengaku telah meminta Bupati Karimun untuk meninjau ulang kebijakan tersebut.
“Sistem pembayaran gaji yang masih mengandalkan antrean manual dinilai sebagai langkah mundur,” imbuhnya.
Bahkan, pihaknya berencana mengusulkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Karimun agar persoalan ini segera dievaluasi secara serius.
“Kondisi ini terus terulang setiap awal bulan dan terus dikeluhkan. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Lana
































