
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Karimun. Perbaikan mesin Unit 1 PT PLN Indonesia Power (IP) UP PLTU Tanjungbalai Karimun, telah rampung dan pembangkit tersebut kembali masuk ke dalam sistem kelistrikan.
Sebelumnya, Unit 1 PLTU Tanjungbalai Karimun mengalami gangguan berupa kebocoran pada boiler setelah terjadi pemadaman total atau blackout pada Minggu dini hari, 6 September 2026.
Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Adityawarman, mengatakan proses perbaikan Unit 1 telah diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan.
“PLTU Unit 1 sudah masuk sistem kemarin siang. Malahan perbaikan ini kita kebut sebelum jadwal yang ditentukan, yakni tiga hari,” ujar Riki saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Kembali beroperasinya Unit 1 memberikan tambahan kekuatan pada sistem kelistrikan di Karimun.
Kondisi tersebut menurutnya, turut membantu mengurangi manajemen daya yang sebelumnya harus dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik masyarakat.
Meski Unit 1 telah kembali beroperasi, pihak PLTU masih melakukan perawatan terhadap Unit 2. Menurut Riki, pekerjaan perbaikan Unit 2 saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
“Kami juga saat ini fokus menyelesaikan perbaikan pada Unit 2 PLTU. Prediksi kami, perawatan PLTU Unit 2 akan selesai pada tanggal 21 September 2026 mendatang,” jelas Riki.
Riki menegaskan, pihaknya terus berupaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di Karimun, termasuk melalui langkah-langkah pemeliharaan pembangkit secara berkala.
“Selain perbaikan dan perawatan pembangkit yang ada, upaya penambahan kapasitas daya juga tengah dipersiapkan,” sebut Riki.
Salah satunya kata Riki, melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam waktu dekat.
“Kami terus berkomitmen untuk berupaya menjaga kehandalan kelistrikan di Karimun. Salah satunya juga adanya pembangunan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam waktu dekat ini guna menambah daya listrik,” pungkas Riki.
Penulis: Junizar
Editor: Azis



























