Sidang Kurir Malaysia yang Simpan Sabu 509 Gram dalam Sepatu

210
Warta Kepri sidang perkara sabu dalam sepatu

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Berbagai cara dilakukan oleh para kurir sabu untuk mengelabui petugas pelabuhan maupun bandara, untuk meloloskan barang haram tersebut masuk ke Batam.

Terdakwa Achmad Riman bin Duki, menjadi kurir Narkotika jenis sabu-sabu dalam jaringan Internasional dan membawa sabu dengan cara memasukkan ke dalam sepatunya. Barang tersebut dibawa dari Malaysia untuk diedarkan ke berbagai wilayah Indonesia.

Ia pun disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (8/8/2016) sore oleh majelis hakim Syahrial Harahap SH didampingi Taufik Nainggolan SH dan Yona Lamerosa SH serta Jaksa Penuntut Umum, Susanto Martua Ritongga SH.

Dalam persidangan yang digelar, untuk mendengar keterangan saksi-saksi dalam perkaranya. Riman terbukti menjadi perantara alias kurir, dalam peredaran sabu-sabu yang skalanya Internasional.

Saksi penangkap yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susanto Martua menegaskan, terdakwa ini mengaku diperintahkan oleh terdakwa Muslek (DPO) di Surabaya.

” Riman ngakunya disuruh oleh Muslek yang ada di Surabaya. Dia diminta untuk bawa sabu-sabu dari Malaysia ke Surabaya, melalui rute Malaysia-Batam-Surabaya. Dalam aksinya, terdakwa lewat pelabuhan Stulang Laut dan tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre,” ujar saksi.

Riman terlihat gugup dan langkahnya terlihat berat. Kemudian, ia melalui ruang penciteraan X-Ray. Saat itu, dia diminta untuk melepas sepatunya dan membuatnya dialur scan X-Ray. Dalam pemeriksaan tampaklah beberapa bungkus serbuk kristal yang ada didalam sepatunya.

” Saat dilakukan pemeriksaan, diketahui ada 4 bungkus serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu-sabu,” kata saksi

Barang haram itu, menurut terdakwa milik seseorang di Malaysia dan selanjutnya diperintahkan untuk dibawa ke Surabaya.

” Dia disuruh untuk membawa sabu-sabu itu. Dia juga diberi upah 7.000 Ringgit Malaysia (RM),” jelas saksi.

Adapun barang bukti yang ditemukan dari terdakwa berupa; -1 paket sabu-sabu seberat 164 gram, -1 paket sabu-sabu seberat 96 gram, -1 paket sabu-sabu seberat 154 gram, dan -1 paket sabu-sabu seberat 95 gram. Setelah dilakukan penimbangan, diketahui berat total barang bukti seberat 509 gram.

Atas perbuatannya, terdakwa ini terancam dihukum mati, lantaran melanggar ketentuan dakwaan Primair yakni Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Subsidair, melanggar Pasal 115 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

” Lebih subsidair, melanggar Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Nomor 2009 tentang Narkotika,” ucap JPU Susanto Martua.

Kemudian sidang kembali ditunda dan kembali digelar pada hari Senin (22/8/2016) mendatang, untuk mendengar keterangan saksi-saksi selanjutnya. (nikson simanjuntak)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel