Karantina Pertanian Karimun Musnahkan Bawang India dan Daging Impor Olahan Malaysia Senilai Rp 40 Juta



PKP DREAMLAND

WartaKepri.co.id, Karimun – Guna mencegah masuknya daging ilegal asal Malaysia yang masuk ke Tanjungbalai Karimun melalui berbagai pelabuhan resmi maupun pelabuhan tidak resmi, Kantor stasiun karantina pertanian kelas II Tanjungbalai Karimun, beserta stakeholder maupun instansi terkait lainnya dalam dua bulan terakhir ini melakukan Operasi terhadap kapal barang yang masuk ke wilayah Karimun.

Hasilnya, berbagai bahan olahan daging seperti sosis ayam, nugget ayam, burger daging sapi dengan berat total 1.833.6 kg. Selain daging sapi, kulit sapi, jeroan ayam, daging ayam fillet dan daging bebek dengan total berat 356,5 kg.

Untuk daging, petugas Karantina diselundupkan melalui Moro yang diamankan pada 14 Agustus 2019 lalu. Sementara itu, untuk bawang merah India dengan berat 340 kg berhasil diamankan pada 27 dan 28 September 2019.

Selain itu Sebanyak 340 kg bawang merah yang merupakan media pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, pada Selasa (1/10/2019) dimusnahkan di instalasi kantor yang terletak dijalan raja oesman, kapling kampung harapan karimun tersebut.

Kepala kantor karantina kelas II Tanjung balai karimun, Priyadi mengungkapkan bahwa, tidak hanya daging saja, akan tetapi berbagai komoditas, pemasok juga dengan leluasa menyelundupkan bawang impor asal Malaysia ke Karimun.

“Untuk pemilik barang selundupannya terdebut, tidak ada di Karimun, dan masih berada di Malaysia, dan pihaknya telah menelusuri pemilik barang dan melakukan pemanggilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Priyadi menjelaskna bahwa Terkait kasus ini, petugas Karantina Pertanian Karimun sendiri telah melakukan pembinaan untuk tidak mengulangi kembali, akan tetapi tidak pernah ada tersangka dalam kasus tersebut.

“Ini kami masih dalam tahapan pembinaan, dan telah melakukan penelusuran sekaligus memanggil pemiliknya. Jadi kami hanya melakukan pembinaan agar tidak terjadi lagi seperti ini. Sehingga nantinya Kalau diulang kembali kita akan tindak tegas,” ujar Priyadi.

Pemusnahan dengan nilai total Rp. 40 juta ini merupakan bentuk mengantisipasi peredaran bakteri dan virus yang dapat menggangu kesehatan, khususnya pada masyarakat kabupaten karimun, dimana sesuai dengan SOP Kantor karantina, serta pelanggaran terhadap UU No 16/92 tentang Karantina Hewan, Tumbuhan dan Ikan.

Tulisan : Aziz Maulana



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA