420 Keramba di Desa Keban Kecamatan Sugi Besar Moro Berpotensi Besar Ekspor Perikanan

2073
420 Keramba di Desa Keban Kecamatan Sugi Besar Moro Berpotensi Besar Ekspor Perikanan

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pemekaran wilayah Kecamatan Sugie Besar, Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang baru saja disahkan beberapa waktu yang lalu, ternyata disiapkan sebagai daerah untuk peningkatan ekonomi, khususnya di sektor perikanan dan pertanian.

Dengan jumlah 340 kepala keluarga (KK), dengan tiga Dusun, satu Dusun terdapat tiga RT dan satu RW, dimana mayoritas masyarkatnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Keban, Taufik Yusuf kepada WARTAKEPRI.co.id, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, pada tahun 2021 akan menjadi prioritas utama dan sudah dialokasikan anggarannya. Dimana peraturan sekarang ini anggaran Desa terdiri dari tiga prioritas, yakni kesehatan, pendidikan dan pemulihan ekonomi.

“Jadi kami masih bertahap, selain dari hasil pertaniannya yang hingga saat ini Allhamdulillah sudah dapat menghasilkan, bagi warga di Desa Keban,” terang Taufik.

Menurutnya, Desa Keban Kecamatan Sugie Besar Moro sendiri kedepannya akan dijadikan sebagai pilot projek guna membuka kran ekspor untuk budidaya perikanan.

“Hingga saat ini pengembangan untuk jenis Keramba itu sudah mencapai 420 unit Keramba,” paparnya.

Desa Keban Kecamatan Sugi Besar Moro Karimun

Sehingga kedepannya ungkap Taufik, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Perikanan dan Kelautan akan mencanangkan program 1000 keramba.

“Sehingga mampu memulihkan perekonomian masyarkat khususnya di Desa Keban, terlebih pasca mewabahnya Covid-19 ini,” sebut Taufiq.

Taufik mengakui, hingga saat ini terdapat kendala-kendala yang menghambat produksi hasil dari keramba tersebut, diantaranya faktor pemasaran.

“Dan kini pihak kami akan bekerja sama dengan BUMD yang akan dijadikan sektor Bulog,” pungkasnya.

Dimana menurutnya, sektor Bulog terebut untuk menangani hasil-hasil produksi dari setiap Desa. Sehingga setiap Desa anggarannya yang di buat pemberdayaan, baik itu hasil perikanan maupun pertanian tersebut akan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Untuk lokal kami pemasarannya masih ke Kota Batam, dan dalam kurun waktu dua bulan ini Allhamdulillah meningkat permintaan, baik dari hasil perikanannya maupun hasil pertanian,” paparnya.

Untuk penyuluhan maupun bimbingan teknis yang di sampaikan kepada para petani maupun nelayan, Taufik menyebut akan meminta kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karimun untuk menyampaikan materi dan prakteknya.

“Jadi tidak hanya teknis budidaya, akan tetapi bagaimana untuk berorganisasi dan berkelompok dengan baik, jadi pertanggungjawaban anggaran dana Desa akan kita subsidikan kepada seluruh masyarkat,” tandasnya.

Karena menurutnya sesuai analisa usaha yang akan dikembangkan. Sehingga jika terdapat in putnya atau pendapatnya langsung kepada masyarakat.

“Sehingga wajib untuk ditambah anggarannya, untuk pengembangan usaha para nelayan keramba dan petani,” pungkasnya.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Honda Capella

FANINDO