Tidak hanya itu saja, kata Ansar pihaknya akan mendorong agar kewajiban asuransi yang saat ini menjadi syarat perjalanan bagi para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dihilangkan (dihapus).
“Kita tentu akan meminta pemerintah pusat mempertimbangkan untuk menghapus asuransi tersebut, karena hampir PPLN pelayaran dari Tanjungpinang, Batam dan Bintan tidak ada yang terpapar Covid-19,” pungkasnya.
Sehingga Ansar berharap dengan dibukanya pelayaran internasional tersebut, menjadi spirit baru untuk pemulihan perekonomian, khususnya di wilayah Kabupaten Karimun.
“Semoga saja, pelayaran para penumpang kapal menuju luar negeri ini dapat berjalan seperti sedia kala,” ujarnya.
Karena menurutnya, baik pemerintah daerah maupun pusat akan terus mendorong, agar pemulihan perekonomian dapat segera bangkit kembali.
“Karena multi player effect dengan dibukanya pelabuhan internasional ini sangat besar sekali bagi masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sekaligus pemerintah pusat, atas dibukanya pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun.
“Begitu besar perhatian dan atensi dari pemerintah pusat, kami yang berada di daerah sangat terbantu dan senang,” kata Rafiq.
Rafiq menambahkan, dengan kebijakan dibukanya kembali pelabuhan internasional Karimun, berkat adanya dukungan dan sinergitas dengan stakeholder terkait lainnya.
Sehingga diharapkan kerjasama dengan pihak-pihak yang berkepentingan agar tatap terjaga dengan baik.
“Mulai dari KSOP, Pelindo, TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, Imigrasi, Kesehatan Kepelabuhanan, dan stakeholder terkait lainnya. Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Karimun menyampaikan ucapan terima sekaligus mengapresiasi, atas dibukanya kembali jalur pelayaran perdana bagi para penumpang kapal. Diharapkan agar tetap terjalin sinergitas yang baik,” tandasnya.(Aman)





























